Kamis, 11 Desember 2014
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU BUKU 1
PEDOMAN PENGELOLAAN PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
(PKB)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2010
www.bermutuprofesi.org
KATA PENGANTAR
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan
2025 yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Karena itu, profesi guru harus dihargai dan dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari guru sebagai profesi adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Oleh karena itu, buku ini disajikan untuk memberi informasi seputar pengembangan keprofesian berkelanjutan guru. Buku pengembangan keprofesian berkelanjutan merupakan salah satu buku dari Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru.
Pada kesempatan ini ucapan terima kasih disampaikan kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara maksimal untuk dapat mewujudkan dan memungkinkan terbitnya buku ini.
Mudah-mudahan buku ini dapat menjadi acuan dan sumber inspirasi bagi pihak-pihak yang akan dan telah terlibat dalam pelaksanaan PKB. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan buku ini di masa mendatang. Akhirnya, semoga Allah SWT melimpahkan kekuatan pada kita untuk selalu berkomitmen melaksanakan perbaikan mutu pendidikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-
masing. Amien
Jakarta, Desember 2010
Direktur Jenderal
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Prof. Dr. Baedhowi, M.Si
NIP19490828 197903 1 001
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................... i
DAFTAR ISI ............................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................1
A.LatarBelakang.....................................................1
B.Dasar Hukum ......................................................4
C.Tujuan dan Manfaat................................................6
D.Sasaran.......................................................... 8
BAB II KONSEP DAN IMPLEMENTASI PKB .................................9
A.PengertianPKB.................................................... 9
B.KomponenPKB.......................................................12
C.PrinsipprinsipDasarPelaksanaanPKB.................................18
D.Lingkup Pelaksanaan Kegiatan PKB .................................20
E.Mekanisme PKB.....................................................24
F.Peran Institusi dan Individu yang terkait dalam PKB ..............36
BAB III MONITORING EVALUASI, DAN PELAPORAN............ 51
A. Monitoring dan Evaluasi Program PKB ....................... 51
B. Laporan Monitoring dan Evaluasi Program PKB ............... 52
BAB IV PENUTUP ..................................................... 57
LAMPIRAN........................................................... 59
Format 1: Hasil Evaluasi Diri Terhadap Kompetensi Guru, Untuk
Perencanaan Kegiatan Pkb 59
Format 2 : Rencana Final Kegiatan PKB/PKR tingkat sekolah (Diisi oleh
Koordinator PKB tingkat sekolah) ................................... 62
Format 3 : Format Refleksi Guru (Diisi bersama oleh Guru dan Koordinator
PKB (sesudah pelaksanaan PKB) .................................... 63
Format 4 : Deskripsi Diri sehubungan dengan Kegiatan PKB (Pengembangan
Diri) ............................................................64
PETUNJUK PENGISIAN. ............................................. 66
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejatinya, guru adalah bagian integral dari organisasi pendidikan di sekolah secara menyeluruh. Agar sebuah organisasi termasuk organisasi pendidikan di sekolah mampu menghadapi perubahan dan ketidakpastian yang menjadi ciri kehidupan modern, Peter Senge (2000) mengingatkan perlunya mengembangkan sekolah sebagai sebuah organisasi pembelajar. Di antara karakter utama organisasi pembelajar adalah senantiasa mencermati perubahan internal dan eksternal yang diikuti dengan upaya penyesuaian diri dalam rangka mempertahankan eksistensinya.
Syarat mutlak terciptanya organisasi pembelajar adalah terwujudnya masyarakat pembelajar di tubuh organisasi tersebut. Ini dapat dengan mudah difahami mengingat kinerja organisasi secara tidak langsung adalah produk kinerja kolektif semua unsurnya termasuk Sumber Daya Manusia. Oleh sebab itu, dalam konteks sekolah, guru secara individu maupun secara bersama‐sama dengan masyarakat seprofesinya harus didorong untuk menjadi bagian dari organisasi pembelajar melalui keterlibatannya secara sadar dan sukarela serta terus menerus dalam berbagai kegiatan belajar guna mengembangkan profesionalismenya.
Untuk itu, sebagai bentuk aktualisasi tugas guru sebagai tenaga profesional, maka pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang‐ Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang Undang No 14 Tahun 2005 tentang Guru
1
dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan menfasilitasi guru untuk dapat mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) ini diarahkan untuk dapat memperkecil jarak antara pengetahuan, keterampilan, kompetensi sosial dan kepribadian yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu.
Kegiatan PKB ini dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil Penilaian Kinerja Guru yang didukung dengan hasil evaluasi diri. Bagi guru‐guru yang hasil penilaian kinerjanya masih berada di bawah standar kompetensi atau dengan kata lain berkinerja rendah diwajibkan mengikuti program PKB yang diorientasikan untuk mencapai standar tersebut; sementara itu bagi guru‐guru yang telah mencapai standar kompetensi, kegiatan PKB‐nya diarahkan kepada peningkatan keprofesian agar dapat memenuhi tuntutan ke depan dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam rangka memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik.
Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB diakui sebagai salah satu unsur utama selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Harapannya melalui kegiatan PKB akan terwujud guru yang
2
profesional yang bukan hanya sekedar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah‐setengah, tetapi tidak kalah pentingnya juga memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang. Dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat, tuntas dan tidak setengah‐setengah serta kepemilikan kepribadian yang prima, maka diharapkan guru terampil membangkitkan minat peserta didik kepada ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penyajian layanan pendidikan yang bermutu. Mereka mampu membantu dan membimbing peserta didik untuk berkembang dan mengarungi dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang secara cepat berubah sebagai ciri dari masyarakat abad 21. Secara umum, keterkaitan antara Penilaian Kinerja (PK) GURU, PKB dan pengembangan karir profesi guru dapat diperlihatkan pada diagram Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru berikut ini.
Untuk keperluan pelaksanaan PKB, maka disusunlah buku pedoman pengelolaan PKB. Penyusunan buku pedoman pengelolaan PKB ini bertujuan untuk:
1. memberikan konsep dasar tentang PKB;
2. menyajikan arahan untuk mendesain PKB di sekolah yang harus berorientasi kepada pencapaian belajar peserta didik dan berkaitan dengan proses penilian dan evaluasi kinerja guru; dan
3. menyajikan sebuah acuan dalam memahami pengelolaan
PKB di sekolah.
B. Dasar Hukum
1. Undang‐Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional;
2. Undang‐Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah sebagaimana telah dua kali diubah,
S1/DIV
KEPENDIDIKAN / NON KEPENDIDIKAN
PENDIDIKAN PROFESI GURU
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN
PROFESI GURU
GURU PROFESIONAL
1. Kesra
2. Harlindung
3. Tunjangan Profesi
terakhir dengan Undang‐Undang Nomor 12 Tahun 2008;
3. Undang‐Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
(PPG)
GURU CPNS (80 %)
PK Guru
formatif
- PKB -
+ +
PK Guru sumatif
Dosen;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang
Pengadaan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah
PROGRAM INDUKSI (1 -2 TAHUN)
PRA JABATAN
KECUKUPAN ANGKA KREDIT
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002;
GURU PNS (100 %) GURU PERTAMA (IIIA)
PENGEMBANGAN KARIR
PK Guru = Penilaian Kinerja Guru
PKB = Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun
Gambar 1: Diagram Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru
3
2002;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang
Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil;
4
7. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang
Guru;
9. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun l999 tentang
Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
10. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
11. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan
Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor Nomor 14
Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya;
12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun
2007 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Kepala
Sekolah;
13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun
2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru;
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun
2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi
Konselor;
15. Peraturan Menteri Pedidikan Nasional Nomor 63 Tahun
2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;
16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 35 Tahun
2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
C. Tujuan dan Manfaat
PKB bagi guru memiliki tujuan umum untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah/madrasah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan tujuan khusus PKB adalah sebagai berikut.
1. Memfasiltasi guru untuk mencapai standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan.
2. Memfasilitasi guru untuk terus memutakhirkan kompetensi yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya.
3. Memotivasi guru‐guru untuk tetap memiliki komitmen melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai tenaga profesional.
4. Mengangkat citra, harkat, martabat profesi guru, rasa hormat dan kebanggaan kepada penyandang profesi guru.
Manfaat PKB yang terstruktur, sistematik dan memenuhi kebutuhan peningkatan profesionalan guru adalah sebagai berikut.
1. Bagi Siswa
Siswa memperoleh jaminan kepastian untuk mendapatkan pelayanan dan pengalaman belajar yang efektif untuk meningkatkan potensi diri secara optimal melalui penguasaan iImu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan perkembangan masyarakat abad 21 serta memiliki jati diri sebagai pribadi yang luhur sesuai nilai‐nilai keluruhan bangsa.
2. Bagi Guru
5 6
PKB memberikan jaminan kepada guru untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kepribadian yang kuat sesuai dengan profesinya yang bermartabat, menarik, dan pilihan yang kompetitif agar mampu menghadapi perubahan internal dan eksternal dalam kehidupan abad
21 selama karirnya.
3. Bagi Sekolah/Madrasah
PKB memberikan jaminan terwujudnya sekolah/madrasah sebagai sebuah organisasi pembelajaran yang efektif dalam rangka meningkatkan kompetensi, motivasi, dedikasi, loyalitas, dan komitmen pengabdian guru dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik.
4. Bagi Orang Tua/Masyarakat
PKB memberikan jaminan bagi orang tua/masyarakat bahwa sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya masing‐masing anak mereka di sekolah memperoleh bimbingan dari guru yang mampu bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran secara efektif, efisien, dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal, nasional dan global.
5. Bagi Pemerintah
Dengan kegiatan PKB, pemerintah mampu memetakan kualitas layanan pendidikan sebagai upaya pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kinerja guru serta
7
pembiayaannya dalam rangka mewujudkan kesetaraan kualitas antarsekolah sejenis dan setingkat.
D. Sasaran
Sasaran kegiatan PKB bagi guru dalam rangka peningkatan kompetensinya mencakup semua guru Taman Kanak‐ kanak/Raudhatul Athfal, Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan/ Madrasah Aliyah Kejuruan, dan Pendidikan Luar Biasa di di sekolah dalam lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional dan/atau Kementerian Agama maupun di sekolah‐ sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.
8
BAB II
KONSEP DAN IMPLEMENTASI PKB
A. Pengerti an PKB
PKB adalah bentuk pembelajaran berkelanjutan bagi guru yang merupakan kendaraan utama dalam upaya membawa perubahan yang diinginkan berkaitan dengan keberhasilan siswa. Dengan demikian semua siswa diharapkan dapat mempunyai pengetahuan lebih, mempunyai keterampilan lebih baik, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang materi ajar serta mampu memperlihatkan apa yang mereka ketahui dan mampu melakukannya. PKB mencakup berbagai cara dan/atau pendekatan dimana guru secara berkesinambungan belajar setelah memperoleh pendidikan dan/atau pelatihan awal sebagai guru. PKB mendorong guru untuk memelihara dan meningkatkan standar mereka secara keseluruhan mencakup bidang‐bidang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai profesi. Dengan demikian, guru dapat memelihara, meningkatkan dan memperluas pengetahuan dan keterampilannya serta membangun kualitas pribadi yang dibutuhkan di dalam kehidupan profesionalnya.
Melalui kesadaran untuk memenuhi standar kompetensi profesinya serta upaya untuk memperbaharui dan meningkatkan kompetensi profesional selama periode bekerja sebagai guru, PKB dilakukan dengan komitmen secara holistik terhadap struktur keterampilan dan kompetensi pribadi atau bagian penting dari kompetensi profesional. Dalam hal ini adalah suatu komitmen untuk menjadi profesional dengan memenuhi standar kompetensi profesinya, selalu
memperbaharuimya, dan secara berkelanjutan untuk terus
berkembang. PKB merupakan kunci untuk mengoptimalkan kesempatan pengembangan karir baik saat ini maupun ke depan. Untuk itu, PKB harus mendorong dan mendukung perubahan khususnya di dalam praktik‐praktik dan pengembangan karir guru.
Pada prinsipnya, PKB mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi yang didesain untuk meningkatkan karakteristik, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan sebagaimana digambarkan pada diagram berikut ini (diadopsi dari Center for Continuous Professional Development (CPD). University of Cincinnati Academic Health Center. http://webcentral.uc.edu/-cpd_online2://webcentral.uc.edu/?cpd_online2). Dengan perencanaan dan refleksi pada pengalaman belajar guru dan/atau praktisi pendidikan akan mempercepat pengembangan pengetahuan dan keterampilan guru serta kemajuan karir guru dan/atau praktisi pendidikan.
PKB
Gambar 2: Diagram Kegiatan PKB
9 10
PKB adalah bagian penting dari proses pengembangan keprofesionalan guru. PKB tidak terjadi secara ad‐hoc tetapi dilakukan melalui pendekatan yang diawali dengan perencanaan untuk mencapai standar kompetensi profesi (khususnya bagi guru yang belum mencapai standar kompetensi sesuai dengan hasil penilaian kinerja, atau dengan kata lain berkinerja rendah), mempertahankan/menjaga dan mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan perolehan pengetahuan dan keterampilan baru. PKB dalam rangka pengembangan pengetahuan dan keterampilan merupakan tanggung‐jawab guru secara individu sesuai dengan masyarakat pembelajar, jadi sangat penting bagi guru yang berada di ujung paling depan pendidikan. Oleh karena itu, agar PKB dapat mendukung kebutuhan individu dan meningkatkan praktik‐praktik keprofesianalan maka kegiatan PKB harus:
1. menjamin kedalaman pengetahuan terkait dengan materi ajar yang diampu;
2. menyajikan landasan yang kuat tentang metodologi pembelaran (pedagogik) untuk mata pelajaran tertentu;
3. menyediakan pengetahuan yang lebih umum tentang proses pembelajaran dan sekolah sebagai institusi di samping pengetahuan terkait dengan materi ajar yang diampu dan metodologi pembelaran (pedagogik) untuk mata pelajaran tertentu;
4. mengakar dan merefleksikan penelitian terbaik yang ada dalam bidang pendidikan;
5. berkontribusi terhadap pengukuran peningkatan keberhasilan peserta didik dalam belajarnya;
6. membuat guru secara intelektual terhubung dengan ide‐
ide dan sumberdaya yang ada;
7. menyediakan waktu yang cukup, dukungan dan sumberdaya bagi guru agar mampu menguasai isi materi belajadan pedagogi serta mengintegrasikan dalam praktik‐ praktik pembelajaran sehari‐hari;
8. didesain oleh perwakilan dari mereka‐mereka yang akan berpartisipasi dalam kegiatan PKB bekerjasama dengan para ahli dalam bidangnya;
9. mencakup berbagai bentuk kegiatan termasuk beberapa kegiatan yang mungkin belum terpikirkan sebelumnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan saat itu.
B. Komponen PKB
Dalam konteks Indonesia, PKB adalah pengembangan keprofesian berkelanjutan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru untuk mencapai standar kompetensi profesi dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesinya yang sekaligus berimplikasi kepada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, selain kedua unsur utama lainnya, yakni: (i) pendidikan; dan (ii) pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau
tugas lain yang relevan; PKB adalah unsur utama yang
11 12
kegiatannya juga diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru. Dalam Permennegpan tersebut juga dijelaskan bahwa PKB mencakup tiga hal; yakni pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.
1. Pelaksanaan Pengembangan Diri
Pengembangan diri adalah upaya‐upaya untuk meningkatkan profesionalisme diri agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan peraturan perundang‐ undangan agar mampu melaksanakan tugas pokok dan kewajibannya dalam pembelajaran/pembimbingan termasuk pelaksanaan tugas‐tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/ madrasah. Kegiatan pengembangan diri terdiri dari diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensi profesi guru yang mencakup: kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang‐Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sedangkan untuk mampu melaksanakan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, program PKB diorientasikan kepada kegiatan peningkatan kompetensi sesuai dengan tugas‐tugas tambahan tersebut (misalnya kompetensi bagi kepala sekolah, kepala laboratorium, kepala perpustakaan, dsb).
Diklat fungsional adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk mencapai standar kompetensi profesi yang ditetapkan dan/atau meningkatkan keprofesian untuk memiliki kompetensi di atas standar kompetensi profesi dalam kurun waktu
13
tertentu. Minimal sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Sedangkan kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau kegiatan bersama yang bertujuan untuk mencapai standar atau di atas standar kompetensi profesi yang telah ditetapkan. Kegiatan kolektif guru mencakup: (1) kegiatan lokakarya atau kegiatan kelompok guru untuk penyusunan kelompok kurikulum dan/atau pembelajaran; (2) pembahas atau peserta pada seminar, koloqium, diskusi pannel atau bentuk pertemuan ilmiah yang lain; dan (3) kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru.
Kegiatan pengembangan diri yang mencakup diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru tersebut harus mengutamakan kebutuhan guru untuk pencapaian standar dan/atau peningkatan kompetensi profesi khususnya berkaitan dengan melaksanakan layanan pembelajaran. Kebutuhan tersebut mencakup antara lain (1) kompetensi menyelidiki dan memahami konteks di tempat guru mengajar; (2) penguasaan materi dan kurikulum; (3) penguasaan metode mengajar; (4) kompetensi melakukan evaluasi peserta didik dan pembelajaran; (5) penguasaan teknologi informatika dan komputer (TIK); (6) kompetensi menghadapi inovasi dalam sistem pendidikan di Indonesia, termasuk UU No 14 Tahun
2005 dan PP No 74 Tahun 2008, dsb; (7) kompetensi menghadapi tuntutan teori terkini; dan (8) kompetensi
14
lain yang terkait dengan pelaksanaan tugas‐tugas tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
2. Pelaksanaan Publikasi Ilmiah
Publikasi ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang telah dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan secara umum. Publikasi ilmiah mencakup 3 kelompok kegiatan, yaitu:
a. presentasi pada forum ilmiah; sebagai pemrasaran/nara sumber pada seminar, lokakarya ilmiah, koloqium atau diskusi ilmiah;
b. publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal. Publikasi ilmiah ini mencakup pembuatan:
1) karya tulis berupa laporan hasil penelitian pada bidang pendidikan di sekolahnya yang:
• diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk buku yang ber‐ISBN dan diedarkan secara nasional atau telah lulus dari penilaian ISBN,
• diterbitkan/dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat nasional yang terakreditasi, provinsi, dan tingkat kabupaten/kota,
• diseminarkan di sekolah atau disimpan di perpustakaan.
2) tulisan ilmiah populer di bidang pendidikan formal dan pembelajaran pada satuan pendidikanyang dimuat di:
• jurnal tingkat nasional yang terakreditasi;
• jurnal tingkat nasional yang tidak terakreditasi/tingkat provinsi;
• jurnal tingkat lokal (kabupaten/kota/sekolah/‐
madrasah, dsb.
c. publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru. Publikasi ini mencakup pembuatan:
1) buku pelajaran per tingkat atau buku pendidikan per judul yang:
• lolos penilaian BSNP
• dicetak oleh penerbit dan ber‐ISBN
• dicetak oleh penerbit dan belum ber‐ISBN
2) modul/diklat pembelajaran per semester yang digunakan di tingkat:
• provinsi dengan pengesahan dari Dinas
Pendidikan Provinsi;
• kabupaten/kota dengan pengesahan dari
Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota;
• sekolah/madrasah setempat.
3) buku dalam bidang pendidikan dicetak oleh penerbit yang ber‐ISBN dan/atau tidak ber‐ISBN;
15 16
4) karya hasil terjemahan yang dinyatakan oleh kepala sekolah/ madrasah tiap karya;
5) buku pedoman guru.
3. Pelaksanaan Karya inovatif
Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini mencakup:
a. penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana;
b. penemuan/peciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana;
c. pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga/‐
praktikum kategori kompleks dan/ atau sederhana;
d. penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi.
Secara singkat, gambar di bawah ini menggambarkan komponen PKB yang dapat diberikan angka kredit. Angka Kredit ini diperlukan untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.
17
KOMPONEN
PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN (PKB)
(Pasal 11 ayat c, Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009)
Gambar 3: Komponen PKB
C. Prinsip‐ pr in s i p Dasar Pelaksan aan PKB
Satu hal yang perlu diingat dalam pelaksanaan PKB harus dapat mematuhi prinsip‐prinsip sebagai berikut.
1. PKB harus fokus kepada keberhasilan peserta didik atau berbasis hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, PKB harus menjadi bagian integral dari tugas guru sehari‐hari.
2. Setiap guru berhak mendapat kesempatan untuk mengembangkan diri yang perlu diimplementasikan secara teratur, sistematis, dan berkelanjutan. Untuk menghindari kemungkinan pengalokasian kesempatan pengembangan yang tidak merata, proses penyusunan program PKB harus dimulai dari sekolah.
3. Sekolah wajib menyediakan kesempatan kepada setiap guru untuk mengikuti program PKB dengan minimal jumlah jam per tahun sesuai dengan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur
18
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau sekolah berhak menambah alokasi waktu jika dirasakan perlu.
4. Bagi guru yang tidak memperlihatkan peningkatan setelah diberi kesempatan untuk mengikuti program PKB sesuai dengan kebutuhannya, maka dimungkinkan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang‐undangan. Sanksi tersebut tidak berlaku bagi guru, jika sekolah tidak dapat memenuhi kebutuhan guru untuk melaksanakan program PKB.
5. Cakupan materi untuk kegiatan PKB harus terfokus pada pembelajaran peserta didik, kaya dengan materi akademik, proses pembelajaran, penelitian pendidikan terkini, dan teknologi dan/atau seni, serta menggunakan pekerjaan dan data peserta didik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
6. Proses PKB bagi guru harus dimulai dari guru sendiri. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan PKB, kegiatan pengembangan harus melibatkan guru secara aktif sehingga betul‐betul terjadi perubahan pada dirinya, baik dalam penguasaan materi, pemahaman konteks, keterampilan, dan lain‐lain sesuai dengan tujuan peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
7. PKB yang baik harus berkontribusi untuk mewujudkan visi, misi, dan nilai‐nilai yang berlaku di sekolah dan/atau kabupaten/kota. Oleh karena itu, kegiatan PKB harus menjadi bagian terintegrasi dari rencana pengembangan
sekolah dan/atau kabupaten/ kota dalam melaksanakan
peningkatan mutu pendidikan yang disetujui bersama antara sekolah, orangtua peserta didik, dan masyarakat.
8. Sedapat mungkin kegiatan PKB dilaksanakan di sekolah atau dengan sekolah di sekitarnya (misalnya di gugus KKG atau MGMP) untuk menjaga relevansi kegiatannya dan juga untuk mengurangi dampak negatif pada lingkungan yang disebabkan jika guru dalam jumlah besar bepergian ke tempat lain.
9. PKB harus mendorong pengakuan profesi guru menjadi lapangan pekerjaan yang bermartabat dan memiliki makna bagi masyarakat dalam pencerdasan bangsa, dan sekaligus mendukung perubahan khusus di dalam praktik‐ praktik dan pengembangan karir guru yang lebih obyektif, transparan dan akuntabel.
D. Lingkup Pelaksanaan Kegiatan PKB
Lingkup pengembangan keprofesian berkelanjutan, seperti ditunjukkan dalam diagram di bawah ini (diadopsi dari TDA: Continuing Professional Development. http://www.tda.gov.uk/teachers/continuingprofessional‐develop‐ment.aspx). Beberapa bentuk PKB dapat meliputi unsur‐unsur yang bersifat internal sekolah, eksternal, antarsekolah maupun melalui jaringan virtual.
DALAM SEKOLAH
Contoh: Program Induksi, mentoring, pembinaan, observasi pembelajaran, kemitraan pembelajaran, berbagi pengalaman, Pengembangan sekolah secara menyeluruh (WSD= whole school development)
Contoh: Jaringan lintas sekolah (seperti KKG/MGMP, KKM, KKKS/MKKS, KKPS, MKPS, atau jaringan virtual.
Contoh: PPPP-TK, LPMP, LPTK, Asosiasi Profesi, dan PKB Provider lainnya.
b. merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
c. mengevaluasi, menilai dan menganalis hasil belajar peserta didik yang dapat menggambarkan kemampuan peserta didik sesungguhnya;
d. menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran berdasarkan umpan balik yang diperoleh dari peserta didik terhadap pembelajarannya;
e. menulis kegiatan pembelajaran yang dilakukan sehari‐
hari sebagai bahan untuk melakukan refleksi dan pengembangan pembelajaran;
Gambar 4: Diagram Sumber‐sumber PKB
Ini dimaksudkan bahwa kegiatan PKB yang berupa kursus, pelatihan, penataran maupun berbagai bentuk diklat yang lain dapat diselenggarakan oleh sekolah secara mandiri (sumber PKB dalam sekolah), contohnya: program Induksi, mentoring, pembinaan, observasi pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan berbagi pengalaman antarguru, pengembangan sekolah secara menyeluruh (WSD= whole school development). Lebih rinci lagi, kegiatan PKB yang dapat dilakukan di dalam sekolah secara mandiri dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Dilakukan oleh guru sendiri, antara lain:
a. mengembangkan kurikulum yang mencakup topik‐topik aktual/terkini yang berkaitan dengan sains dan teknologi, sosial, dsb, sesuai dengan kebutuhan peserta didik;
f. membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi untuk membantu pengembangan pembelajaran;
g. melakukan penelitian mandiri (misalnya Penelitian Tindakan Kelas) dan menuliskan hasil penelitian tersebut;
h. dan sebagainya.
2. Dilakukan oleh guru bekerja sama dengan guru lain dalam satu sekolah, antara lain:
a. saling mengobservasi dan memberikan saran untuk perbaikan pembelajaran;
b. melakukan identifikasi, investigasi dan membahas permasalahan yang dihadapi di kelas/sekolah;
c. menulis modul, buku panduan peserta didik, Lembar
Kerja Peserta didik, dsb;
d. membaca dan mengkaji artikel dan/atau buku yang berkaitan dengan bidang dan profesi untuk membantu pengembangan pembelajaran;
e. mengembangkan kurikulum dan persiapan mengajar dengan menggunakan TIK;
f. pelaksanan pembimbingan pada program induksi;
g. dan sebagainya.
Sumber PKB jaringan sekolah merupakan kegiatan PKB yang dilaksanakan melalui kerjasama antarsekolah baik dalam satu rayon (gugus), antarrayon dalam kabupaten/kota tertentu, antarprovinsi bahkan dimungkinkan melalui jaringan kerjasama sekolah antarnegara secara langsung maupun melalui teknologi informasi (sumber PKB jaringan sekolah). Kegiatan PKB dilakukan oleh sekolah melalui jaringan yang ada dapat berupa:
a. kegiatan KKG/MGMP;
b. pelatihan/seminar/lokakarya sehari atau lebih;
c. kunjungan ke sekolah lain, dunia usaha dan industri, dsb;
d. mengundang nara sumber dari sekolah lain, komite sekolah, dinas pendidikan, pengawas, asosiasi profesi, atau dari instansi lain yang relevan.
Jika kebutuhan guru dalam rangka pengembangan keprofesionalannya belum terpenuhi melalui kedua sumber dalam sekolah maupun jaringan sekolah, atau masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, maka dapat menggunakan sumber‐sumber PKB selain kedua sumber PKB
tersebut, yakni sumber kepakaran luar lainnya. Sumber
kepakaran lain ini dapat disediakan melalui kegiatan di LPMP, P4TK, Perguruan Tinggi atau institusi layanan lain yang diakui oleh pemerintah ataupun melalui pendidikan dan pelatihan jarak jauh melalui jejaring virtual atau TIK yang diselenggarakan oleh institusi layanan luar negeri.
Proses PKB dimungkinkan menjadi lebih efektif dan efisien bila dilakukan di sekolah sendiri atau dilakukan bersama‐sama dengan sekolah lain yang berdekatan (misalnya melalui KKG atau MGMP). Kegiatan PKB dapat dilakukan di luar lingkungan sekolah, misalnya oleh LPMP, Dinas Pendidikan, PT/LPTK atau penyedia jasa lainnya hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh sekolah sendiri.
E. Mekani sme PKB
Berdasarkan analisis kebutuhan peningkatan kompetensi guru dan ketentuan yang berlaku pada praktik‐praktik pelaksanaan PKB yang ada, maka dikembangkan mekanisme PKB yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan guru untuk meningkatkan profesionalismenya sebagai berikut.
Tahap 1: Setiap awal tahun guru melakukan evaluasi diri tentang apa yang dilakukan sebelumnya. Guru di suatu sekolah, baik guru yang berpengalaman maupun guru yang baru mulai mengajar, harus melakukan proses evaluasi diri, dan mengikuti penilaian kinerja dan reviu tahunan pada awal tahun ajaran dan/atau menjelang akhir tahun ajaran. Bagi guru yang mengajar lebih dari satu sekolah, maka kegiatan evaluasi diri, PKG dan PKB dilakukan di sekolah induknya. Evaluasi diri
dilakukan dengan mengisi Format‐1, yang memuat antara lain sebagai berikut.
• Semua usaha yang telah dilakukannya untuk mengembangkan kompetensinya selama satu tahun terakhir, baik dengan mengikuti pelatihan yang bersifat formal maupun informal (berkaitan dengan pengembangan diri yang diorientasikan kepada peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan dan keterampilan menghasilkan karya ilmiah dan/atau karya innovatif).
• Hasil atau dampak yang dirasakannya dari usaha tersebut.
• Keberhasilan yang dicapainya dalam melaksanakan tugas selama satu tahun terakhir, termasuk inovasi yang dilakukan dan kontribusinya terhadap pengembangan sekolah, dsb.
• Kendala yang dihadapinya dalam melaksanakan tugasnya (baik secara internal yaitu pada dirinya sendiri maupun dari luar).
• Kelemahan/kekurangan yang dirasakan masih ada pada dirinya (termasuk keterampilan baru yang ingin dikuasainya).
• Hasil dari proses Kegiatan induksi dan
Penilaian Kinerja yang baru dialaminya.
• Kegiatan yang direncanakan akan dilakukan selama satu tahun ke depan dalam rangka pengembangan diri.
• Kegiatan yang direncanakan akan dilakukan selama kurun waktu tertentu untuk memperbaiki Profil dan Angka Penilaian Kinerja.
• Kegiatan yang direncanakan akan dilakukan sendiri.
• Kegiatan yang direncanakan membutuhkan partisipasi atau kerja sama dengan guru lain.
• Pengembangan kompetensi yang masih dibutuhkannya serta bantuan lain yang diperlukannya untuk mencapai tujuannya.
Tahap 2 : Segera setelah selesai melakukan evaluasi diri, guru mengikuti proses Penilaian Kinerja Formatif (lihat Pedoman Penilaian Kinerja). Penilaian Kinerja ini diperlukan untuk menentukan profil kinerja guru dalam menetapkan apakah guru akan mengikuti program peningkatan kinerja untuk mencapai standar kompetensi profesinya atau kegiatan pengembangan kompetensi lebih lanjut.
Tahap 3 : Melalui konsultasi dengan Kepala Sekolah (jika koordinator PKB adalah guru yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah) dan Komite Sekolah, Guru dan koordinator PKB membuat perencanaan kegiatan PKB (Format‐2) bersifat sementara (untuk
selanjutnya dikoordinasikan dengan Koordinator
PKB Kabupaten/Kota dan Koordinator KKG/ MGMP) yang didasarkan kepada:
• evaluasi diri yang dilakukan oleh guru;
• catatan pengamatan berkala yang pernah dilakukan oleh Guru Pembina (jika ada), Pengawas, dan/atau Kepala Sekolah;
• penilaian kinerja guru;
• data dari sumber lain yang sudah dikumpulkan oleh koordinator PKB, termasuk kebutuhan akan pengembangan sumber daya manusia yang tercermin pada Rencana Pengembangan Sekolah.
Tahap 4 : Koordinator PKB Kabupaten/Kota, Kepala Sekolah (jika koordinator PKB adalah guru yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah), Koordinator KKG/MGMP dan Koordinator PKB tingkat sekolah menetapkan dan menyetujui rencana kegiatan PKB bersifat final yang memuat kegiatan PKB yang akan dilakukan oleh guru sendiri dan/atau bersama‐sama dengan guru lain di dalam sekolah sebagai bagian dari kegiatan yang akan diadakan oleh sekolah tertentu, kegiatan yang akan dikoordinasikan oleh KKG dan MGMP maupun kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan. Khusus kegiatan PKB yang akan dilaksanakan di kabupaten/kota terlebih dahulu dikonsultasikan kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk memperoleh persetujuan. Dinas Pendidikan
Kabupaten/ Kota mengalokasikan anggaran untuk
kegiatan PKB yang akan dilaksanakan di kabupaten/kota dan memberikan anggaran atau subsidi kepada sekolah maupun KKG/MGMP untuk menyelenggarakan PKB di tingkat sekolah secara mandiri maupun melalui kegiatan jaringan sekolah.
Tahap 5 : Guru menerima rencana program PKB yang mencakup kegiatan yang akan dilakukan di dalam dan/atau luar sekolah, yang telah dibahas dan disepakati oleh koordinator PKB kabupaten/kota, kepala sekolah (jika koordinator PKB adalah guru yang ditugaskan oleh Kepala Sekolah), koordinator KKG/MGMP dan koordinator sekolah berdasarkan hasil konsultasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Setiap guru berhak menerima pembinaan berkelanjutan (jika memang diperlukan) dari seorang guru yang berpengalaman dalam melaksanakan proses pembelajaran dan telah mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan serta memiliki kinerja minimal baik berdasaskan hasil PK GURU dan ditunjuk/ditetapkan oleh kepala sekolah. Rencana kegiatan PKB juga mencakup sasaran yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu setelah guru mengikuti program PKB (lihat lampiran Format Laporan Kendali Kinerja Guru pada pedoman PK GURU).
Tahap 6: Guru mengikuti program PKB yang telah direncanakan baik di dalam dan/atau di luar sekolah. Sekolah berkewajiban menjamin bahwa
kesibukan guru mengikuti kegiatan PKB tidak mengurangi kualitas pembelajaran peserta didik di kelasnya. Ada perbedaan antara pelaksanaan PKB bagi guru‐guru yang hasil PK GURUnya telah mencapai atau lebih standar kompetensi profesi dengan guru‐guru yang hasil PK GURUnya masih belum mencapai standar komptensi profesi.
Bagi guru‐guru yang telah mendapatkan hasil PK GURU formatifnya sama atau di atas standar akan mengikuti program PKB agar memiliki ilmu pengetahuan yang kuat, tuntas dan tidak setengah‐tengah serta memiliki kepribadian yang matang, kuat dan seimbang agar mampu memberikan layanan pendidikan sesuai dengan perkembangan masa kini. Sedangkan khusus bagi guru‐guru yang mengikuti program PKB untuk mencapai standar kompetensi profesi (guru‐guru yang hasil PK GURU formatifnya di bawah standar kompetensi yang ditetapkan) harus mempertimbangkan beberapa hal, yaitu: (i) jenis kompetensi yang perlu ditingkatkan; (ii) daya dukung yang tersedia di sekolah; (iii) catatan hasil evaluasi diri, refleksi diri, dan hasil PK GURU; serta (iv) target perubahan/peningkatan yang diharapkan akan terjadi setelah guru mengikuti kegiatan PKB untuk mencapai standar kompetensi profesi.
Dalam penyusunan rencana PKB untuk mencapai standar kompetensi profesi khususnya bagi guru‐
guru yang hasil PK GURU‐nya di bawah standar
yang ditetapkan dengan kata lain guru berkinerja rendah perlu mencantumkan tahap pelaksanaannya. Selain itu, dalam rencana PKB tersebut juga perlu mencantumkan pihak‐pihak yang terlibat dalam keseluruhan proses, mulai tengah semester 1 sampai dengan tengah semester 2, sebelum pelaksanaan PK GURU sumatif di akhir tahun ajaran. Tahapan kegiatan PKB tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
kompetensi yang diperlukan, meliputi kompetensi pedagogik dan/atau profesional. Selama 4 – 6 minggu, guru pendamping wajib memberikan masukan dan bimbingan secara intensif untuk meningkatkan kompetensi terkait, sebelum dilakukan penilaian kemajuan kedua.
• Untuk peningkatan kompetensi tertentu yang tidak dapat dilakukan di sekolah, guru dapat melakukan peningkatan kompetensinya di luar
sekolah. Dalam hal ini, guru dapat mengikuti pelatihan tertentu dengan persetujuan koordinator PKB dan kepala sekolah. Sebagai contoh, guru dapat mengikuti pelatihan yang diperlukan di P4TK, LPMP, LPTK, atau lembaga lain yang sejenis, selama 4 – 6 minggu sebelum dilakukan penilaian kemajuan kedua pada waktu yang telah disepakati oleh guru yang bersangkutan dengan penilai (sebelum akhir tahun ajaran), untuk mengetahui kemajuan capaian peningkat‐an kompetensi guru. Hasil penilaian kemajuan tahap kedua ini akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Koordinator PKB dan/atau kepala sekolah wajib memantau keikutsertaan guru dalam kegiatan ini.
Guru tidak perlu mengikuti PKB untuk pencapaian standar kompetensi profesi di tahun berikutnya apabila pada PK GURU sumatif di akhir tahun ajaran guru tidak lagi mempunyai nilai di bawah standar pada semua kompetensi yang dinilai. Namun, bila pada PK GURU sumatif tersebut masih terdapat nilai di bawah standar, maka guru harus mengikuti program PKB pencapaian standar kompetensi profesi kembali di tahun berikutnya untuk meningkatkan kompetensinya yang masih mendapatkan nilai di bawah standar. Dalam hal ini, guru dinyatakan telah mencapai kemajuan jika guru dapat meningkatkan minimal 50% dari jumlah kompetensi yang menurut hasil PK GURU formatif perlu ditingkatkan. Jika guru tidak mencapai kondisi tersebut, maka guru dapat dikenakan sangsi, antara lain berupa pengurangan jam
mengajar (
Rabu, 13 Agustus 2014
PROGRAM KERJA TAHUN 2014/2015
SMA NEGERI 1 BUMIAYU KABUPATEN BREBES
1. Raker Sekolah
2. Pembagian Tugas
3. Penyususnan Program Kerja
4. Pembinaan Pegawai
5. Liburan semester
6. Upacara Bendera
7. Kerokhanian
8. Kemasyarakatan
B. URUSAN KURIKULUM
I Pemenuhan Standar Isi dan SKL
1. Penyusunan Program KTSP
2. Pengembangan Silabus
3. Bintek KTSP
4. Penyusunan Silabus Mulok
II Pemenuhan Standar Proses
1. Penyiapan Perangkat Pembelajaran
2. Work Shop Penyususnan Bahan Ajar
III Pemenuhan Standar pendidik dan kependidikan
1. Mengikutkan guru untuk IHT penyususnan Silabus, RPP< dan bahan Ajar
2. Mmengikutkan tenaga administrasi untuk IHT tentang Perpustakaan dan Laboraturium.
3. Menyelenggarakan MGMP tingkat Sekolah
4. MGMP tinglkat Kabupaten
5. Penataran tingkat kabupaten, provinsi, dan Nasional
IV Pemenuhan Standar Sarana dan Prsarana
1. Pemenuhan buku penunjang guru
2. Pemenuhan penunjang buku siswa
3. Pemenuhan alat/bahan praktikum Fisika, biologi, dan Kimia
4. Pemenuhan alat/bahan pratek MUlok
5. Pengadaan alat Olah Raga
V Pemenuhan Standar Pengelolaan
1. Meninjau VIsi, Misi dan Tujuan Sekolah
VI Pemenuhan Standar Penilaian
1. Ulangan Harian Terkoordinasi
2. Ulangan Tengah Semester
3. Ulangan Akhir Semester
4. Remedial dan Pengayaan
5. Ijian Sekolah
6. Ujian Nasional
7. Pendalaman Materi
8. Try out
9. Analisis Ulanagan Harian
VII Standar Pembiayaan
1. Membina bendahara
2. Memantau keuangan
3. Mensupervisi keuangan
C. URUSAN KESISWAAN I OSIS
1. PPDB
2. MOS
3. LPJ OSIS
4. Pelantikan Pengurus
5. LKS/LDK
6. Penyususnan Program OSIS
7. Kegiatan Upacara Bendera
8. Tabungan Siswa
9. OSN
10. OOSN/POPDA
11. Lomba Mapel Umum
12. LTUB
13. Lomba Seni Budaya
14. Pamenran Seni/ Mulok
15. Latihan Kurban
16. Perpisahan
17. Kegiatan Ekstrakurikuler
18. Pesantren Kilat
19. Psikotes
20. Koperasi Siswa
21. Kerokhanian
22. Kartu Pelajar
II PRAMUKA
1. Penerimaan Tamu Ambalan
2. LPJ Ambalan
3. Dian Pinsat
4. Iuaran Kwaran
5. Kegiatan Harka
6. Pengiriman Kontingen
7. Bara Tegak Laksdana
8. Mengikuti lomba-lomba
9. Kemah Bakti
D. URUSAN SARANA DAN PRASARANA
1. Pemeliharan computer laboratorium computer siswa
2. Rehab pagar depan
3. Rehap papan nama
4. Rehab keramik ruang kelas
5. Pembanganan gedung laboratorium fisika
6. Renovasi masjid
7. Rehabilitasi instalasi air
8. Pemeliharaan WC siswa
9. Perawatan gedung dan ruangan
E. URUSAN HUBUNGAN MASYARAKAT
1. Rapat pleno dengan komite
2. Rapat pleno dengan oaring tua siswa
3. Kegiatan MKKS
4. BKMM
5. Tunjangan Kesra Lebaran
6. Tunjangan pakaian seragam guru
7. Halal Bi halal
8. Kesra Guru
9. Kerja sama dengan Instansi lain
10. Pemilihan Guru Berprestasi
F. URUSAN SDM DAN RUMAH TANGGA SEKOLAH
1. Belanja pegawai
2. Gaji dan Honoraium
3. Perjalanan dinas dalam daerah
4. Perjalanan dinas luar daerah
5. Pengadaan ATK
6. Makam minum tamu
7. Makan minum Rapat Dinas
8. MInuman harian guru dan karyawan
Kepala Sekolah, Drs. Eko Priyono, M.Pd.
NIP 196207291986031006
Selasa, 11 September 2012
PERATURAN AKADEMIK
PERATURAN AKADEMIK
SMA NEGERI 1 SALEM
A. KURIKULUM1. Kurikulum yang dipakai adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
2. Struktur Program Kurikulum meliputi kelas X, XI, dan XII terdiri jurusan IPA dan IPS
B. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
1. Proses Pembelajaran dilaksanakan dalam tahun pelajaran.
2. Satu Tahun Pelajaran dibagi menjadi dua semester.
3. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran dalam satu tahun pelajaran sebanyak 38 minggu,
4. Jumlah minggu efektif untuk pelaksanaan proses pembelajaran setiap semesternya sebanyak 19 minggu . C. KEHADIRAN SISWA
1. Siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran selama satu tahun pelajaran untuk setiap tingkat.
2. Dalam satu semester setiap siswa wajib hadir mengikuti proses pembelajaran tatap muka sebanyak 19 kali jumlah Jam Pelajaran perminggu dari setiap Mata Pelajaran.
3. Setiap siswa wajib mengikuti kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di lapangan ( di luar kelas ) sesuai karakteristik Mata pelajaran dan tuntutan Standar Isi setiap Mata Pelajaran.
D. KETIDAK HADIRAN SISWA
1. Ketidak hadiran siswa dalam kegiatan proses pembelajaran dapat disebabkan karena : a. Sakit ( dibuktikan dengan surat keterangan dokter/pemberitahuan langsung orang tua/wali ) b. Ijin ( didahului dengan permohonan orang tua ) c. Ditugaskan oleh sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. d. sengaja tidak mengikuti kegiatan pembelajaran ( bolos ) dan atau tanpa keterangan yang sah
. E. PROSES PENILAIAN
1. Penilaian hasil belajar peserta didik dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan melalui berbagai kegiatan ulangan dan Tugas Mandiri/Kelompok.
2. Tugas yang dibebankan guru kepada siswa dapat berupa : a. Tugas Terstruktur b. Tugas Mandiri Tidak Tersetruktur
3. Siswa wajib menyelesaikan seluruh tugas yang dibebankan oleh guru.
F. SANKSI
1. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 75 % dari kehadiran wajib.
2. Persentase minimal kehadiran siswa mengikuti kegiatan pembelajaran agar dapat diikutsertakan dalam proses penilaian adalah 50% dari kehadiran wajib,jika ketidak hadirannya akibat ditugaskan sekolah mengikuti kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler.
3. Siswa yang tidak diikutsertakan proses penilaian akibat tidak memenuhi kehadiran minimal, dikembalikan kepada orang tua setelah ada pemberitahuan/peringatan kepada orang tua terlebih dahulu.
4. Siswa yang tidak mengikuti proses penilaian secara lengkap tidak diperkenankan mengikuti UAS/UN.
G. KETENTUAN PENILAIAN
1. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilaksanakan mengacu pada standar kompetensi lulusan untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran, yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. 2. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan, bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.
3. Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran.
4. Penilaian akhlak mulia yang merupakan aspek afektif dari kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
. 5. Penilaian kepribadian, yang merupakan perwujudan kesadaran dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dan warganegara yang baik sesuai dengan norma dan nilai-nilai luhur yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, adalah bagian dari penilaian kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian.
6. Penilaian selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan secara periodik melalui: ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas.
H. ULANGAN DAN UJIAN
1. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
2. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
3. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
4. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
5. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.
6. Ujian sekolah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan.
7. Ujian Nasional
8. Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. I. PELAKSANA ULANGAN DAN UJIAN 1. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan harian dan Tugas Mandiri/Kelompok dilakukan sepenuhnya oleh pendidik. 2. Penilaian hasil belajar yang diselenggarakan melalui ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik dibawah koordinasi satuan pendidikan. 3. Ujian Sekolah dilaksanakan oleh satuan pendidikan 4. Ujian Nasional dilaksanakan oleh Pemerintah J. NILAI/LAPORAN PENILAIAN 1. Nilai ahlak mulia dan kepribadian dihimpun oleh guru BP/BK dari guru Agama dan Kewarganegaraan. 2. Nilai Pengembangan Diri dihimpun oleh guru BP/BK dari Pelatih/Instruktur/Pembimbing kegiatan pengembangan diri. 3. Nilai harian diperoleh dari gabungan Hasil ulangan harian dengan nilai tugas dengan perbandingan 60% : 40 %. 4. Nilai akhir setiap mata pelajaran diperoleh dari 30% Nilai Harian, 30% Nilai Ulangan Tengah Semester dan 40% Nilai Ujian Akhir Semester. 5. Nilai Ujian Sekolah / UN K. REMIDIAL 1. Peserta didik yang belum mencapai KKM pada ulangan harian dan Ujian Tengah Semester harus mengikuti pembelajaran remidi. 2. Pembelajaran remedial diberikan setelah dilakukan analisis terhadap hasil ulangan harian ( untuk beberapa KD ) atau Ujian tengah semester ( untuk beberapa SK ). 3. Pembelajaran remedial dapat diselenggarakan dengan berbagai kegiatan antara lain: a. Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda melalui kegiatan tatap muka di luar jam efektif. b. Pemberian bimbingan secara khusus, misalnya bimbingan perorangan. c. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus. d. Pemanfaatan tutor sebaya. 4. Tes ulang diberikan kepada peserta didik yang telah mengikuti program pembelajaran remedial. 5. Nilai hasil remedial tidak melebihi nilai KKM. L. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 1. Kenaikan Kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir semester genap. 2. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester ganjil, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap. 3. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI dan XII, apabila a. tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada mata pelajaran Agama dan Kewarganegaraan b. tidak memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhlak mulia dan kepribadian. c. Memiliki satu mata pelajaran dengan nilai kurang dari atau sama dengan 40. 4. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. 5. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu mata pelajaran ciri khas program. 6. Kelulusan peserta didik ditetapkan oleh rapat Dewan Pendidik dengan krireria : a. menyelesaikan seluruh program pembelajaran. b. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; kelompok mata pelajaran estetika; dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. c. lulus ujian sekolah. d. lulus UN. M. HAK DAN KEWAJIBAN SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS BELAJAR 1. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas belajar dalam rangka mencapai kompetensi dasar sesuai mata pelajaran, yang berupa : a. Alat dan Bahan Praktikum untuk mata pelajaran Biologi,Kimia dan Fisika b. Media Pembelajaran c. Alat / perabot praktik untuk mata pelajaran Kesenian, Penjasorkes dan Keterampilan d. Komputer dan Internet untuk praktek mata pelajaran TIK e. Alat praktik ( Lab. Bahasa ) untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. 2. Setiap peserta didik berhak menggunakan fasilitas perpustakaan sekolah dalam bentuk : a. Meminjam buku pelajaran, buku refrensi dan pengetahuan umum di perpustakaan sesuai prosedur. 3. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memiliki minimal satu buah buku pelajaran dan buku refrensi setiap mata pelajaran yang sesuai dengan Standar Isi Kurikulum. 4. Setiap peserta didik berkewajiban untuk memelihara setiap fasilitas belajar yang terdapat di perpustakaan,Lab.Fisika,Lab Kimia, Lab.Biologi, Lab.Bahasa Lab.Matematika, Lab.Komputer dan Lab. IPS. N.PELAYANAN KONSULTASI SISWA 1. Untuk membantu pencapaian kompetensi, setiap peserta didik diberi pelayanan akademis oleh guru mata pelajaran,wali kelas maupun konselor ( Guru BK ) 2. Setiap guru mata pelajaran wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya. 3. Setiap wali kelas wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya. 4. Setiap guru BK wajib menyediakan jadwal layanan akademik kepada setiap peserta didik asuhannya. 5. Layanan khusus diberikan kepada setiap peserta didik yang memiliki masalah khusus dalam mengikuti proses pembelajaran, seperti masalah : a. Kehadiran b. Kepribadian c. Ahlak d. Ekonomi e. Keamanan 6. Layanan khusus diberikan secara berjenjang mulai dari guru mata pelajaran, wali kelas dan guru BK 7. Segala bentuk pelayanan ( akademik dan khusus ) dikoordinasikan dengan guru BK. 8. Setiap peserta didik wajib melaksanakan satu jenis kegiatan pengembangan diri. 9. Setiap peserta didik berhak mendapat pelayanan untuk melaksanakan pengembangan diri. O. MUTASI SISWA 1. Mutasi siswa dapat berupa : a. Mutasi Jurusan b. Mutasi Masuk c. Mutasi Keluar 2. Setiap peserta didik kelas XI berhak menentukan jurusan/program sesuai prestasi akademik dan minat. 3. Setiap peserta didik kelas XI berhak pindah ( mutasi ) jurusan paling lambat satu bulan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung di awal tahun ajaran. 4. Peserta didik yang ingin pindah jurusan setelah satu bulan kegiatan pembelajaran berlangsung, dipindahkan dari sekolah. 5. Peserta didik kelas XI yang tidak naik ke kelas XII dapat mengulang kembali dikelas XI dengan memilih jurusan yang lain. 6. Peserta didik kelas XI yang naik ke kelas XII tidak boleh mengganti jurusan yang telah dipilih. 7. Proses penerimaan siswa pindah masuk dilakukan paling lambat minggu ke tiga setiap awal tahun pelajaran. 8. Siswa pindah masuk harus memenuhi persyaratan : a. Berasal dari sekolah di luar wilayah kabupaten Brebes. b. Berasal dari sekolah sejenis bukan yang sederajat. c. Berasal dari sekolah yang terakreditasi minimal sama. d. Berasal dari sekolah yang memiliki KKM ≥ KKM sekolah untuk seluruh mata pelajaran. e. Bukan siswa kelas XII f. Berkelakuan baik dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah. 9. Setiap peserta didik berhak pindah keluar atas permintaan orang tua/wali murid. Setiap peserta didik berpeluang pindah keluar atas pertimbangan sekolah.
Rabu, 05 Januari 2011
LATIHAN UJIAN NASIONAL B INDONESIA
SOAL MENGHADAPI UJIAN NASIONAL 2007
Pilihlah jawaban yang palinG benar !
1. Simaklah paragraph berikut ini !
(1)Pengrajin tenun ikat di Garut dan Majalaya kian menjerit.(2) Setelah terpuruk akibat krisi moneter, kini mereka kesulitan mendapatkan bahan baku serat pinus. (3) Diduga, bahan baku tersebut dimonopoli oleh para pengusaha besar.
(4)“Sekarang untuk mencari serat pohon pinus semakin sulit. Padahal, serat tersebut saya gunakan sebagai bahan baku utama produk sarung,” ujar pengrajin tenun ikat sarung Garut, Ade Sutarja.
Yang berupa opini pada paragraph tersebut adalah …..
a. kalimat nomr 1 dan 2
b. kalimat nomor 1 dan 3
c. kalimat nomor 2 dan 3
d. kalimat nomor 3 dan 4
e. kalimat nomor 1 dan 4
2. Simaklah paragraph berikut !
(1) lain benalu lain pula cendana . (2) Kalau benalu dianggap bukan tanaman berharga. (3) Kayu cendana berbau harum ini termasuk komoditi bernilai tinggi, kata seorang pakar kayu. (4) Jelas harganya tinggi lanjutnya. (5) Setelah dteliti Cendana pupulasinya makin menipis. (6) Biji cendana sulit tumbuh.
Kalimat fakta dalam paragraph di atas terdapat pada kalimat nomor ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 5 dan 6
e. 4 dan 5
3. Kalimat yang berupa opini adalah ….
a. Pada bulan November 1998 penduduk miskin tercatat 2.888.000 kepala keluarga.
b. Pendudk piskin di daerah ini juga semakin bertambah.
c. Gubernur Jawa Barat berpendapat masalah kemiskinan harus segera di atasi.
d. Untuk Jawa Barat dana JPS dikucurkan sebanyak 1,4 triliun rupiah.
e. Saat ini sedikitnya 94.683 murid SD terancam putus sekolah.
4. Kalimat yang berupa fakta terdapat pada ….
a. Sikap keprihatinan mewarnai berbagai ekspresi para seniman muda maupun seniman tua.
b. Penghayatan para seniman yang tampil membawakan karyanya sangat
memukau saya.
c. Mereka mengatakan bahwa mereka merupakan monster bagi diri sendiri di saat
reformasi.
d. Pada acara “Tirakatan Budaya”, Rendra memaparkan kepedihan hatinya
tentang kemanusiaan.
e. Acara itu dinilai sangat sukses dan dapat menghibur para pengunjungnyang
memadati ruangan itu.
5. (1) Setelah Indonesia membatalkan pembelian pesawat tempur F-16 dari AS, pesawat Mirage 200 dari Perancis. Dan Mig-19/Fulerum pemerintah memutuskan untuk membeli Sukhoi-30 dari Rusia. (2) Menurut Habibie, pesawat tempur Sukhoi-30 memiliki keunggulan, terutama dalam aerodinamika. (3) Selanjutnya, beliau mengemukakan bahwa kewenangan untuk memilih pesawat tempur yang akan dibeli berada pada TNI.(4) Untuk menentukan pilihan pesawat tempur yang akan dibeli, kita harus mempertimbangkan harganya. (5) Akan tetapi, menurut ketua Bapennas, pilihan jenis pesawat tempur pengganti F-16 akan diumumkan pecan depan.
Kalimat yang berupa fakta dalam paragraph tersebut adalah nomor ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
6.Gubernur DKI mengharapkan agar pengelolaan dana parkir DKI dapat memacu pembangunan DKI Jakarta.
Tanggapan yang santun dengan imbauan gubernur DKI tersebut adalah ….
a. Sebagai warga DKI Jakarta sepantasnya mendukung imbauan tersebut.
b. Paling-paling dana parkir hanya dinikmati orang tertentu saja.
c. Selama masih ada KKN mustahil hal itu terwujud.
d. Berikan yang terbaik untuk kotamu dan wargamua.
e. Jangan ragu kalau memang itu yang menutut hati nuranimu.
7. Perhatikan saran sebagai berikut dalam seminar !
Saya kira, pembinaan tentang kebersihan tidak perlu diadakan terus – menerus. Sebab mesyarakat sudah sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Kalimat sanggahan yang logis terdapat saran tersebut adalah ….
a. Saya tidak setuju karena pendapat penyaji terlalu teoritis.
b. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena pendapatnya terlalu mengada-ada.
c. Saya tidak setuju dengan penyaji karena pendapatnya sulit dibuktikan.
d. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena kenyataannya tidak sepenuhnya demikian.
e. Saya menolak pendapat penyaji karena masalah yang dibahas tidak masuk akal.
8. Santun diskusi tertera di bawah ini , kecuali ….
a. Menggunkan bahasa yang baik.
b. Tidak meremehkan orang lain.
c. Kalimat yang digunakan singakt dan jelas.
d. Langsung berbicara kepada penyaji.
e. Penyanggah mengacungkan jari terlebih dahulu.
9.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan adalah di bawah ini kecuali, ….
a. menggunakan bahasa yang berbasa-basi, baik , dan benar.
b. menggunakan tulisn tangan pelamar sendiri.
c. menggunakan bahas baku, singkat dan jelas.
d. Menggunakan ketikan, apabila disyaratkan atau diperbolehkan.
e. Kertas yang digunakan putih dan tidak bolak-balik.
10. Unsur-unsur yang menjadi sasaran resensi fiksi antara lain di bawah ini, kecuali …
a. identitas buku.
b. Perbandingan dengan fiksi yang lain.
c. keunggulan dan kelemahan fiksi .
d. alas an- alas an yang dikemukakan oleh resensator.
e. sinopsi secara singkat.
11. Buku Mochtar lubis yang berjudul Jalan Tak Ada Ujung pada tahun 1952 pernah memperoleh hadiah sastra nasional dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN). Berhasil melukiskan jiwa seorang guru yang senantiasa dalam ketakutan pada revolusi dan untuk menyembunyikan rasa takutnya ia melakukan perbuatan-perbuatan yang oleh orang lain dianggap sebagai perbuatan-perbutan yang berani dan bersifat kepahlawanan. Setelah itu ia tertangkap dan dipukuli serdadu-serdadu Belanda. Sejak itu ia berhasil mengalahkan masa takutnya.
Unsur instrinsik yang terdapat pada penggalan resensi di atas adalah ….
a. sudut pandang dan gaya bahasa
b. sudut pandang dan latar.
c. Gaya bahasa dan penokohan.
d. Plot dan perwatakan.
e. Perwatakan dan latar.
12.Bacalah paragraf berikut !
Ibu Rini menyukai bunga melati. Halaman rumahnya senantiasa harum karena berbaris pohon melati di tamannya. Di taman itu ada mawar beraneka warna. Demikian pula adik perempuan Rini. Bila ada pameran flora danm fauna di lapangan Banteng, tempat penjual bungalah yang menjadi pusat perhatiannya. …
Kalimat kesimpulan yang tepat sesuai isi paragraf generalisasi di atas adalah …
a. Ternayat, wanita menyukai bunga.
b. Jadi, keluarga Rini menyukai bunga.
c. Maka, bunga sangat disukai oleh wanita.
d. Bunga identik dengan wanita.
e. Jadi, wanita adalah bunga.
13. Bacalah paragraf sebab akibat berikut !
Kesadaran masyarakat yang masih kurang antara lain dinyatakan dengan membuang sampah sembarangan sehingga membuat tersumbat saluran air atau sungai. Penebangan hutan yang sewenang-wenang pun mengakibatkan tidak adanya resapan air atau mengakibatkan erosi. Ditambah lagi adanya bangunan di atas daerah aliran sungai, membuat sungai menjadi sempit dan dangkal. …
Kalimat yang tepat untuk mengakhiri paragraf sebab akibat tersebut adalah …
a. Akibatnya, pemerintah harus memperlebar atau membuat sungai baru.
b. Para pengembang perumahan hendaknya membuat rumah-rumah sederhana.
c. Bila hujan turun, banjir tak dapat dihindarkan.
d. Pemerintah harus tegas menindak masyarakat yang membangun di DAS.
e. Akibatnya, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menanggulangi sampah.
14. Setelah diadakan survey ke pemukiman liar di sepanjang rel kereta api itu, penduduk menempati rumah-rumah terbuat dari bahan yang berupa seng, papan, dan kardus bekas. Rumah itu tidak memiliki MCK, pendek, pengap, lantainya berupa tanah dan lembab. Jadi , dapat dikatakan bahwa tempat tinggla mereka tidak layak huni.
Penalaran yang digunakan dalam paragraph tersebut adalah ….
a. sebab-akibat
b. silogisme
c. generalisasi
d. analogi
e. akibat sebab
15. Kalimat yang menyatakan laporan hasil seminar adalah ….
a. Berdasarkan hasil seminar tersebut kami menyarankan agar minat baca hendaknya ditanamkan pada anak sejak kecil
b. Saudar pemandu kami menyarankan agar seminar ini waktunya diskors dulu.
c. Kami (panitia) menyarankan agar para peserta seminar ini dapat mengikuti dengan seksama.
d. Tujuan seminar ini agar para generasi muda dapat memahami nilai-nilai kehidupan yang terjadi di masyarakat.
e. Seminar ini diharapkan dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.
16. Kalimat pengumuman yang baik terdapat pada ….
a. Semua siswa-siswi diharuskan mengikuti upacara bendera setiap hari Senin.
b. Diberitahukan kepada seluruh orang tua siswa-siswa kelas dua untuk hadir besok di sekolah.
c. Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen, harap dilaporkan kepada kami.
d. Kepada yang merasa belum melunasi uang sekolah diharapkan ke ruang bendahara.
e. Semua peserta daripada seminar harap memasuki ruang yang telah disediakan.
17. Penulisan kata berimbuhan yang tidak sesuai dengan EYD terdapat pada
kalimat ….
a. Tidak benar membebastugaskan karyawan tanpa alasan yang jelas.
b. Kita harus pandai mendayagunakan segala yang kita miliki.
c. Penduduk di kota besar banyak membudidayakan tanaman hias.
d. Dia tidak mau bertanggungjawab atas semua perbuatannya.
e. Banyak barang dijualbelikan oleh pedagang besar.
18. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balan dan terus berlari, menghilangkan ke dalam hutan yang gelap. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar-samar dari pohon kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya karena gititan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga kelihatan tulangnya yang putih dan darah mengalir amat banyak.
Pak Balam koyak-koyak , dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah kena duri, batu, dan kayu ketika dilarikan harimau. Mukanya berdarah. Darah keluar dari hidungnya, dari mulutnya. Pak Balam kelihatannya pingsan, tak sadarkan diri, dia hanya terbaring di sana mengerang-erang.
Latar novel Hariamau-Harimau, karya Mochtar Lubis ;
1) malam hari
2) cahaya bulan samar-samar
3) di kegelapan malam
4) berduka dan berkabung
5) kritis dan mencekam
Latar yang sesuai dengan kutipan yang tersaji pada ringkasan materi tersebut adalah ….
a. nomor 1, 2, dan 3
b. nomor 2, 3, dan 4
c. nomor 3, 4, dan 5
d. nomor 1, 2, dan 4
e. nomor 1, 3, dan 5
19. Kalimat sanggahan yang logis dalam diskusi adalah ….
a. Pendapat Anda perlu dibatalkan karena tidak logis dan tidak berbobot.
b. Bahwa opini itu dibentuk oleh publik maka ketidaksepahaman saya harus
dihargai dan dihormati.
c. Saya tidak sependapat dengan Anda karena banyak peserta yang tidak sependapat juga.
d. Naluri saya mengatakan bahwa simpulan tidak benar dan dibuat-buat.
e. Saya kurang sependapat dengan Anda karena simpulan itu tidak didukung oleh fakta.
20. Akhir-akhir ini banyak siswa yang suka tawuran. Hampir setiap hari kita dengan ada tawuran. Tidak sedikit korban jiwa yang terkena tusukan benda tajam. Untuk menanggulangi hal seperti itu, maka kami Musyawarah Kepala Sekolah (MKS)_ Se- Kabupaten akan mengadakan seminar kenakalan remaja.
Paragraf di atas merupakan kutipan dari proposal yang dituangkan pada bagian …
a. latar belakang.
b. Pendahuluan
c. Tujuan
d. Pelaksanaan
e. Penutup
21. Pernyataan yang mengungkapkan laporan hasil seminar terdapat dalam kalimat …
a. Seminar ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 8 Juni 2005.
b. Seminar ini diharapkan dapat diikuti oleh Ketua OSIS se-Brebes.
c. Kami menyadari bahwa pelaksanaan seminar ini masih banyak kekurangannya.
d. Secara keseluruhan seminar ini diperkirakan memerlukan dara Rp. 5. 000.000.
e. Mudah-mudahan seminar ini dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
22. “Ayo kejar aku.” Kata Kang Sarno pada waktu itu,”Siapa yang dapat mengejarku, nanti aku boncengkan!”
Kami pun berebut mengejar Kang Sarno, Tentu saja, meskipun napas kami sampai habis, Kang Sarno tak mungkin terkejar. Dan Kang Sarno tertawa-tawa gembira dengan permainannya. Kami pun ikut tertawa, meskipun getir, sambil menatap Kang Sarno yang semakin menjauh meninggalkan bau bensin.
Sogol, karya Hendro Martono
Watak tokoh dalam penggalan cerpen di atas menurtut Anda adalah ….
a. Jujur dan suka mempermainkan orang lain.
b. iri hati, dan sombong.
c. periang dan murah hati
d. sombong dan suka memermainkan orang lain
e. angkuh dan murah hati.
23. Kalimat yang berupa fakta adalah ….
a. Mereka berpendapat sikap keprihatinan mewarnai berbagai ekspresi para
seniman muda maupun seniman tua.
b. Penghayatan para seniman yang tampil membawakan karyanya sangat
memukau.
c. Mereka mengatakan bahwa mereka merupakan monster bagi diri sendiri di saat reformasi.
d. Pada saat “ Tirakatan Budaya”, Rendra memaparkan kepedihan hatinya tentang kemanusiaan.
e. Acara itu dinilai sangat sukses dan dapat menghibur para pengunjung yang memadati ruangan itu.
24.Suatu hari di sekolah diadakan diskusi bertemakan “ Pengaruh rokok terhadap kesehatan”. 1) Moderator mempersilakan pemrasaran, pemrasaran berpendapat bahwa rokok merupakan teman akrab yang merugikan bagi pengisap atau pecandu. 2) Sebab dengan merokok, kesehatan kita dirongrong pelan-pelan sehingga nantinya dapat mengurangi usia kia.3) Di samping itu menambah pengeluaran yang seharusnya ditabung untuk hari esak.4) Oleh karena itu, kurangi atau berhentilah merokok.
Kalimat persuasive dalam paragraph di atas terdapat pada kalimat ….
a.(1) d. (4)
b.(2) e. (5)
c. (3)
25. Memasuki abad ke-21, sejumlah kependudukan menghadang umat manusia secara “tumpang tindih”. Sebagai contoh, masalah lanjut usia (lansia) muncul pada saat pertambahan penduduk masih besar. Kemiskinan menjadi kian kasat mata di tengah rumitnya masalah ketenagakerjaan. Masalah kesehatan pun turut mewarnai lanskap kehidupan pada awal millennium ketiga, terutama menyangkut kesehatan wanita dan anak-anak.
Jenis paragraph di atas adalah ….
a. deduktif d. deskriptif
b. induktif e. persuatif
c. deduktif-induktif
26. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi memang tidak mudah. Lebih susah lagi kalau proses belajar mengajar di sekolah-sekolah hanya mengadakan penghafalan teori tanpa pernah praktik di laboratorium. Yang lebih menakutkan jika guru hanya mewajibkan siswa menerima tanpa syarat.
Kesimpulan yang tepat dari paragraph di atas adalah ….
a. Siswa lebih menyukai menghafal teori daripada pratik di laboratorium.
b. Hanya guru rajin yang sering mengajak siswanya praktik di laboratorium.
c. Keengganan melakukan praktik disebabkan kurangnya peralatan di laboratorium.
d. Untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi siswa diharapkan banyak praktik.
e. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi tidak cukup menhafal teori.
27. Banyak factor yang menyebabkan kebutaan. Di antaranya karena usia, kecelakaan, terlalu banyak membaca bahkan diet yang terlalu ketat. Untuk mengatasi berbagai penyebab tersebut diet atau ada pula yang harus operasi.
Pikiran utama pada paragraf di atas adalah ….
a. factor penyebab kebutaan.
b. Kebutaan disebabkan usia.
c. Diet yang ketat dapat menjadi buta.
d. Mengatasi kebutaan dengan berbagai cara.
e. Program diet atau operasi dapat mengatasi kebutaan.
28. Kata yang berhomonim terdapat pada kalimat ….
a. Pada masa itu media massa belum semaju sekarang.
b. Bang Ali bekerja di Bank yang dekat rumahnya.
c. Badannya mengurus sejak ia mengurus ayahnya yang sakit.
d. Kalau seret ya seret saja, mengapa mesti repot-repot.
e. Pemuda itu apel membawa buah apel.
29. Masalah pengangguran dewasa ini jangan dipandang sebelah mata.
Makna ungkapan dengan sebelah mata ialah ….
a. sedikit terabaikan.
b. Kurang sekali.
c. Tidak adil.
d. Terlalu sulit.
e. Dianggap remeh.
30. Perampok yang bertahun-tahun mengganggu ketentraman masyarakat dapat ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oelh pengadilan sehingga tidak ada lagi ceriota petualangannya yang menakutkan.
Ungkapan yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah ….
a. habis riwayatnya.
b. Habis kesabarannya.
c. Habis usahanya.
d. Tidak habis pikir.
e. Habis-habisan.
31. Selagi jaya pejabat itu dikerumuni orang-orang yang mengaku teman atau saudara. Sekarang beliau sudah kehilangan jabatan, hilang pula orang-orang yang mengaku teman dan saudaranya.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi di atas ialah …
a. Bunga gugur putik pun gugur.
b. Tak ada gading yang tak retak.
c. Habis manis sepah dibuang.
d. Habis gula pahit dibuang.
e. Menanam biji di atas tanah.
32. Pada suatu hari Anda ditugasi untuk menyampaikan pidato tentang peranan pelajar dalam kehidupan masyarakat. Kalimat pembuka pidato yang benar dan baik adalah ….
a. Para hadirin harap tenang izinkan saya memulai pidato yang bertema peranan
pelajar dalam masyarakat.
b. Hadirin yang terhormat perkenankanlah saya menyampaikan pidato dengan
tema Peranan Pelajar dalam Kehidupan Masyarakat.
c. Hadirin yang terhormat Pidato ini disampaikan dengan tema masalah peranan
pelajar dalam masyarakat.
d. Para hadirin, Bapak dan Ibu izinkan kami menegaskan kembali tentang tema
pidato saya saat ini.
e. Para Ibu, Bapak, Saudara-saudara dan hadirin tema pidato kali ini adalah
peranan pelajar dalam masyarakat.
33. OSIS SMA Taruna Abadi akan mengadakan LDKS di sekolah pada tangga 1 s.d. 4 Juni 2006. Agar informasi ini dapat diketahui oleh semua siswa, maka panitia memasang pengumuman di papan pengumuman.
Kalimat pengumuman yang tepat adalah….
a. Berhubung akan diadakan LDKS pada tanggal 1 s.d. 5 Juni 2006 di sekolah,
maka rekan-rekan yang berminat silakan mendaftar ke OSIS.
b. Berhubung dengan pelaksanaan LDKS ’06 sudah dekat, silakan mendaftar ke
sekretarist LDKS di ruang OSIS pada jam istirahat.
c. OSIS SMA Taruna Jaya akan mengadakan LDKS di sekolah daftar ke
sekretarist di ruang OSIS pada jam istirahat.
d. Bagi rekan-rekan yang berminat mengikuti LDKS, silakan menghubungi
secretariat di ruang OSIS.
f. OSIS SMA Taruna Jaya akan mengadakan LDKS , bagi siapa yang berminat
segera hubungi sekretarist LDKS di ruang OSIS.
34. Perjalanan panjang Bank Bukopin hamper tiga dasawarsa yang didirikan oleh delapan induk koperasi (Inkopad, Inkopau, Inkopal, Inkopol, Inkoveri, IKPL,IKPN, dan GKBI) telah membuktikan kinerjanya yang sangat meyakinkan . Bank yang punya misi”Memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh nasabah,berperan dalam pengembangan koperasi dan uasaha kecil, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan” telah menjadi bank umum devisa sejak tahun 1997.
Petikan di atas tergolong jenis wacana ….
a. argumentasi.
b. Deskripsi
c. Persuasi
d. Narasi
e. Eksposisi.
35. Oh, angin sampaikanlah salamku padanya .
Kalimat di atas menggunakan majas….
a. alusio.
b. Hiperbola.
c. Simile.
d. Eufimisme.
e. Personifikasi.
36. Setelah bertabrakan kedua kendaraan itu diangkut ke kantor polisi.
Makna imbuhan ber-an pada kata bertabrakan dalam kalimat di atas semakna dengan imbuhan ber-an dalam kalimat ….
a. Kopersi berasaskan kekeluargaan dan gotong royong.
b. Sekolahku berkedudukan di daerah Ciroboh.
c. Hari ini ia berpenampilan lain dari biasanya.
d. Siswa dilarang berpakaian ketat ke sekolah.
e. Setiap tamu bersalaman dengan kedua mempelai.
37. Setelah menunaikan ibadah solat Idul Fitri, mereka bersalam-salaman di halaman masjid.
Perulangan yang sama maknanya dengan kata bersalam-salaman dalam kalimat di atas adalah ….
a. Para siswa sekolah kejuruan itu sedang belajar masak-memasak.
b. Kemarin terjadi tembak-menembak antara polisi dengan para perampok.
c. Anak-anak berlari-lari ingin melihat kejadian itu.
d. Mobil-mobilan anak itu harganya mahal.
e. Warna kehijau-hijauan biasanya menyejukkan mata.
38. Penggunaan kata ulang yang benar terdapat pada kalimat ….
a. Semua masakan hasil lomba banyak yang lezat-lezat.
b. Sikap saling hormat-menghormati harus ditanamkan kepada siswa.
c. Berjalan-jalan merupakan hobi saya sejak kecil.
d. Dia sering memanggil-manggil namamu selalu.
e. Kedua petinju itu berbalasan pukul-memukul untuk merobohkan lawan.
39. Kalimat tunggal terdapat pada kalimat ….
a. Saat dating ke lokasi itu, ia sudah pergi.
b. Adik saya tinggal di Banyuwangi dan kemarin menelpon.
c. Jika kita ingin maju harus mawas diri.
d. beberapa mahasiswa mem[persoalkan kebijakan itu.
e. Udara di Bogor dingin sedangkan udara di Jakarta Panas.
40. Nita mengetik laporan penelitian di rumah temannya.
Kalimat yang sepola dengan kalimat di atas terdapat pada ….
a. Dokter wanita yang membuka praktik di puskesmas seorang dermawan.
b. Montir sedang memperbaiki mobil yang ditabrak kereta api.
c. Inul bergoyang dengan lincah di atas panggung.
d. Dani menjadi [emuda yang cukup desegani teman-temannya.
e. Guru bK menasihati siswanya di ruang khusus.
41. Bagi yang menemukan dompet milik Pak Darto, mohon meyerahkan kepada petugas piket.
Pembetulan kalimat pengumuman di atas yang benar adalah ….
a. bagi diganti dengan.
b. Bagi diganti hal
c. Bagi diganti kepada
d. Bagi diganti yang
e. Bagi diganti siapa.
42. Kalimat majemuk bertingkat terdapat pada ….
a. Rudi telah belajar siang dan malam, namun hasil ujiannya tetap jelek.
b. Dia tahu bahwa kawan-kawannya tidak menyukainya.
c. Gadis itu tidak hanya cantik, tetapi juga kaya.
d. Kalian akan tinggal di sini, atau ikut denganku.
e. Koran hari ini banyak membicarakan masalah HAM.
43.Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan terdapat pada ….
a. Lidia selalu berpamitan sebelum berangkat ke sekolah.
b. Ia selalu berolahraga dengan rutin agar badannya tetap sehat.
c. Ia hidup menderita namun tetap tawakal kepada Tuhan.
d. Ketika pasien yang menjalani operasi itu merintih kesakitan, ibu menghiburnya.
e. Ia membeli motor itu dengan tunai, saat jumlah tabungannya meningkat.
44. Dalam [ertemuan itu membicarakan masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
Perbaikan kalimat rancu di atas adalah ….
a. Dalam pertemuan itu membicarakan yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
b. Pertemuan itu membicarakan yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
c. Dalam pertemuan itu dibicarakan kegiatan belajar mengajar.
d. Pertemuan itu dibicarakan masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
e. Pertemuan itu membicarakan masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
45. Kalimat yang merupakan fakta terdapat pada ….
a. Pengembangan bioteknologi yang tidak terarah bagi kepentingan kesejahteraan
manusia bisa menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia.
b. Pertanian yang dikerjakan dengan cara modern pasti memberikan hasil yang
lebih baik daripada pertanian yang dikerjakan secara tyradisional.
c. Banyak masyarakat beranggapan bahwa waktu memang dianggap sebagai salah
satu sumber daya perusahaan.
d. Bibit tanaman yang unggul antara lain mempunyai sifat-sifat tahan terhadap
hama, masa tanaman yang pendek, dan tinggi hasilnya.
f. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting bagi
kesejahteraan manusia.
46. Keramaian, keriuhan dan percakapan-percakapan yang gairah itu menggoncangkan ketenangan akaki pemalu itu. Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan tangannya, di mana dia harus meletakkannya atau memasukannya. Akhirnya dia pergi ke meja para pemain, memandang muka-muka mereka sebentar kemudian melihat kartu-kartu mereka. Tetapi tak lama kemudian ia menguap karena dia merasa bahwa seharusnya sudah lama dia berada di tempat tidur. Dia ingin pulang saja ke rumah, akan tetapi mereka menahannya dan mengatakan bahwa dia tidak dapat meninggalkan mereka begitu saja tanpa sedikitnya minuman segelas sampanye pada hari yang begitu mengesankan bagi dia sendiri.
Nilai budaya yang tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia adalah ….
a. adanya sebuah pesta yang sangat meriah yang dihadiri oleh Akaki.
b. bukti persahabatan ditunjukkan dengan minum segelas sampanye.
c. sifat pemalu tokoh utama yang tidak sama dengan orang Indonesia.
d. kecanggungan tokoh Akaki dengan situasi yang serba gemerlapan.
e. sifat tidak jantan tokoh novel yang tidak sesuai dengan Indonesia.
47.Demikian usulan pelaksanaan penerbitan Majalah Sekolah dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, kepada seluruh komponen terkait agar melaksanakannya.
Paragraf tersebut merupakan bagian proposal pada …
a. Latar belakang b. tujuan. C. dasar d. sasaran e. penutup
48. 1. Memperluas pergaulan siswa dalam rangka mengembangkan wawasan dan
menumbuhkan semangat idealisme.
2. Meningkatkan kreatifitas dalam membuat suatu karya tulis.
3. Mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan siswa SMA Negeri 5 Brebes.
Hal tersebut merupakan bagian proposal pada ….
a. Latar belakang b. tujuan. C. dasar d. sasaran e. penutup
49.Kalimat penutup sambutan yang tepat adalah …
a. Terima kasih atas perhatian Anda , jangan sampai lupa jasa-jasa para pahlawan.
b. Akhirnya saya tutup dengan harapan sambutan saya ini bermanfaat.
c. Saya mengajak Saudara untuk mengikuti jejak para pahlawan.
d. Demikian sambutan saya, semoga kita dapat meneladani dan meneruskan perjuangan para pahlawan.
e. Akhirnya, saya mengimbau Saudara agar terus mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.
50. Pahamilah ilustrasi ceramah kemasyarakatan ini !
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun sekolah, OSIS di sekolah menggalakkan kegiatan GDN. Kegiatan ini dapat dilaksanakan melalui Paskibra, PKS, dan PMR. Sekolah mengawali kegiatan tersebut dengan ceramah.
Kegiatan pembuklan dalam ceramah yang paling tepat sesuai dengan ilustrasi adalah …
a. Dalam rangka menegakkan GDN, maka OSIS diharapkan dapat melaksanakan melalui kegiatan Paskibra, PMR, atau PKS.
b. Untuk mengawali kegiatan ulang tahun sekolah, maka OSIS dapat memulai kegiatannya dengan memasyarakatkan GDN melalui PMR.
c. GDN bukan hanya milik rakyat awam saja, melainkan juga untuk para pelajar.
d. Dalam ceramah ini, topic yang akan kita bahas yaitu masalah GDN yang dapat dilaksanakan oleh OSIS melaui Paskibra, PKS, dan PMR.
e. Kegiatan ceramah kali ini kita dengan menggalakkan GDN melalui OSIS.
Pilihlah jawaban yang palinG benar !
1. Simaklah paragraph berikut ini !
(1)Pengrajin tenun ikat di Garut dan Majalaya kian menjerit.(2) Setelah terpuruk akibat krisi moneter, kini mereka kesulitan mendapatkan bahan baku serat pinus. (3) Diduga, bahan baku tersebut dimonopoli oleh para pengusaha besar.
(4)“Sekarang untuk mencari serat pohon pinus semakin sulit. Padahal, serat tersebut saya gunakan sebagai bahan baku utama produk sarung,” ujar pengrajin tenun ikat sarung Garut, Ade Sutarja.
Yang berupa opini pada paragraph tersebut adalah …..
a. kalimat nomr 1 dan 2
b. kalimat nomor 1 dan 3
c. kalimat nomor 2 dan 3
d. kalimat nomor 3 dan 4
e. kalimat nomor 1 dan 4
2. Simaklah paragraph berikut !
(1) lain benalu lain pula cendana . (2) Kalau benalu dianggap bukan tanaman berharga. (3) Kayu cendana berbau harum ini termasuk komoditi bernilai tinggi, kata seorang pakar kayu. (4) Jelas harganya tinggi lanjutnya. (5) Setelah dteliti Cendana pupulasinya makin menipis. (6) Biji cendana sulit tumbuh.
Kalimat fakta dalam paragraph di atas terdapat pada kalimat nomor ….
a. 1 dan 2
b. 2 dan 3
c. 3 dan 4
d. 5 dan 6
e. 4 dan 5
3. Kalimat yang berupa opini adalah ….
a. Pada bulan November 1998 penduduk miskin tercatat 2.888.000 kepala keluarga.
b. Pendudk piskin di daerah ini juga semakin bertambah.
c. Gubernur Jawa Barat berpendapat masalah kemiskinan harus segera di atasi.
d. Untuk Jawa Barat dana JPS dikucurkan sebanyak 1,4 triliun rupiah.
e. Saat ini sedikitnya 94.683 murid SD terancam putus sekolah.
4. Kalimat yang berupa fakta terdapat pada ….
a. Sikap keprihatinan mewarnai berbagai ekspresi para seniman muda maupun seniman tua.
b. Penghayatan para seniman yang tampil membawakan karyanya sangat
memukau saya.
c. Mereka mengatakan bahwa mereka merupakan monster bagi diri sendiri di saat
reformasi.
d. Pada acara “Tirakatan Budaya”, Rendra memaparkan kepedihan hatinya
tentang kemanusiaan.
e. Acara itu dinilai sangat sukses dan dapat menghibur para pengunjungnyang
memadati ruangan itu.
5. (1) Setelah Indonesia membatalkan pembelian pesawat tempur F-16 dari AS, pesawat Mirage 200 dari Perancis. Dan Mig-19/Fulerum pemerintah memutuskan untuk membeli Sukhoi-30 dari Rusia. (2) Menurut Habibie, pesawat tempur Sukhoi-30 memiliki keunggulan, terutama dalam aerodinamika. (3) Selanjutnya, beliau mengemukakan bahwa kewenangan untuk memilih pesawat tempur yang akan dibeli berada pada TNI.(4) Untuk menentukan pilihan pesawat tempur yang akan dibeli, kita harus mempertimbangkan harganya. (5) Akan tetapi, menurut ketua Bapennas, pilihan jenis pesawat tempur pengganti F-16 akan diumumkan pecan depan.
Kalimat yang berupa fakta dalam paragraph tersebut adalah nomor ….
a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
6.Gubernur DKI mengharapkan agar pengelolaan dana parkir DKI dapat memacu pembangunan DKI Jakarta.
Tanggapan yang santun dengan imbauan gubernur DKI tersebut adalah ….
a. Sebagai warga DKI Jakarta sepantasnya mendukung imbauan tersebut.
b. Paling-paling dana parkir hanya dinikmati orang tertentu saja.
c. Selama masih ada KKN mustahil hal itu terwujud.
d. Berikan yang terbaik untuk kotamu dan wargamua.
e. Jangan ragu kalau memang itu yang menutut hati nuranimu.
7. Perhatikan saran sebagai berikut dalam seminar !
Saya kira, pembinaan tentang kebersihan tidak perlu diadakan terus – menerus. Sebab mesyarakat sudah sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya.
Kalimat sanggahan yang logis terdapat saran tersebut adalah ….
a. Saya tidak setuju karena pendapat penyaji terlalu teoritis.
b. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena pendapatnya terlalu mengada-ada.
c. Saya tidak setuju dengan penyaji karena pendapatnya sulit dibuktikan.
d. Saya kurang sependapat dengan penyaji karena kenyataannya tidak sepenuhnya demikian.
e. Saya menolak pendapat penyaji karena masalah yang dibahas tidak masuk akal.
8. Santun diskusi tertera di bawah ini , kecuali ….
a. Menggunkan bahasa yang baik.
b. Tidak meremehkan orang lain.
c. Kalimat yang digunakan singakt dan jelas.
d. Langsung berbicara kepada penyaji.
e. Penyanggah mengacungkan jari terlebih dahulu.
9.Hal-hal yang harus diperhatikan dalam surat lamaran pekerjaan adalah di bawah ini kecuali, ….
a. menggunakan bahasa yang berbasa-basi, baik , dan benar.
b. menggunakan tulisn tangan pelamar sendiri.
c. menggunakan bahas baku, singkat dan jelas.
d. Menggunakan ketikan, apabila disyaratkan atau diperbolehkan.
e. Kertas yang digunakan putih dan tidak bolak-balik.
10. Unsur-unsur yang menjadi sasaran resensi fiksi antara lain di bawah ini, kecuali …
a. identitas buku.
b. Perbandingan dengan fiksi yang lain.
c. keunggulan dan kelemahan fiksi .
d. alas an- alas an yang dikemukakan oleh resensator.
e. sinopsi secara singkat.
11. Buku Mochtar lubis yang berjudul Jalan Tak Ada Ujung pada tahun 1952 pernah memperoleh hadiah sastra nasional dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN). Berhasil melukiskan jiwa seorang guru yang senantiasa dalam ketakutan pada revolusi dan untuk menyembunyikan rasa takutnya ia melakukan perbuatan-perbuatan yang oleh orang lain dianggap sebagai perbuatan-perbutan yang berani dan bersifat kepahlawanan. Setelah itu ia tertangkap dan dipukuli serdadu-serdadu Belanda. Sejak itu ia berhasil mengalahkan masa takutnya.
Unsur instrinsik yang terdapat pada penggalan resensi di atas adalah ….
a. sudut pandang dan gaya bahasa
b. sudut pandang dan latar.
c. Gaya bahasa dan penokohan.
d. Plot dan perwatakan.
e. Perwatakan dan latar.
12.Bacalah paragraf berikut !
Ibu Rini menyukai bunga melati. Halaman rumahnya senantiasa harum karena berbaris pohon melati di tamannya. Di taman itu ada mawar beraneka warna. Demikian pula adik perempuan Rini. Bila ada pameran flora danm fauna di lapangan Banteng, tempat penjual bungalah yang menjadi pusat perhatiannya. …
Kalimat kesimpulan yang tepat sesuai isi paragraf generalisasi di atas adalah …
a. Ternayat, wanita menyukai bunga.
b. Jadi, keluarga Rini menyukai bunga.
c. Maka, bunga sangat disukai oleh wanita.
d. Bunga identik dengan wanita.
e. Jadi, wanita adalah bunga.
13. Bacalah paragraf sebab akibat berikut !
Kesadaran masyarakat yang masih kurang antara lain dinyatakan dengan membuang sampah sembarangan sehingga membuat tersumbat saluran air atau sungai. Penebangan hutan yang sewenang-wenang pun mengakibatkan tidak adanya resapan air atau mengakibatkan erosi. Ditambah lagi adanya bangunan di atas daerah aliran sungai, membuat sungai menjadi sempit dan dangkal. …
Kalimat yang tepat untuk mengakhiri paragraf sebab akibat tersebut adalah …
a. Akibatnya, pemerintah harus memperlebar atau membuat sungai baru.
b. Para pengembang perumahan hendaknya membuat rumah-rumah sederhana.
c. Bila hujan turun, banjir tak dapat dihindarkan.
d. Pemerintah harus tegas menindak masyarakat yang membangun di DAS.
e. Akibatnya, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama menanggulangi sampah.
14. Setelah diadakan survey ke pemukiman liar di sepanjang rel kereta api itu, penduduk menempati rumah-rumah terbuat dari bahan yang berupa seng, papan, dan kardus bekas. Rumah itu tidak memiliki MCK, pendek, pengap, lantainya berupa tanah dan lembab. Jadi , dapat dikatakan bahwa tempat tinggla mereka tidak layak huni.
Penalaran yang digunakan dalam paragraph tersebut adalah ….
a. sebab-akibat
b. silogisme
c. generalisasi
d. analogi
e. akibat sebab
15. Kalimat yang menyatakan laporan hasil seminar adalah ….
a. Berdasarkan hasil seminar tersebut kami menyarankan agar minat baca hendaknya ditanamkan pada anak sejak kecil
b. Saudar pemandu kami menyarankan agar seminar ini waktunya diskors dulu.
c. Kami (panitia) menyarankan agar para peserta seminar ini dapat mengikuti dengan seksama.
d. Tujuan seminar ini agar para generasi muda dapat memahami nilai-nilai kehidupan yang terjadi di masyarakat.
e. Seminar ini diharapkan dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.
16. Kalimat pengumuman yang baik terdapat pada ….
a. Semua siswa-siswi diharuskan mengikuti upacara bendera setiap hari Senin.
b. Diberitahukan kepada seluruh orang tua siswa-siswa kelas dua untuk hadir besok di sekolah.
c. Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen, harap dilaporkan kepada kami.
d. Kepada yang merasa belum melunasi uang sekolah diharapkan ke ruang bendahara.
e. Semua peserta daripada seminar harap memasuki ruang yang telah disediakan.
17. Penulisan kata berimbuhan yang tidak sesuai dengan EYD terdapat pada
kalimat ….
a. Tidak benar membebastugaskan karyawan tanpa alasan yang jelas.
b. Kita harus pandai mendayagunakan segala yang kita miliki.
c. Penduduk di kota besar banyak membudidayakan tanaman hias.
d. Dia tidak mau bertanggungjawab atas semua perbuatannya.
e. Banyak barang dijualbelikan oleh pedagang besar.
18. Mereka melihat harimau melepaskan Pak Balan dan terus berlari, menghilangkan ke dalam hutan yang gelap. Dengan cepat mereka berlari ke tempat Pak Balam terbaring. Dalam cahaya samar-samar dari pohon kayu yang menyala, mereka melihat betapa kaki kiri Pak Balam hancur betisnya karena gititan harimau, daging dan otot betisnya koyak hingga kelihatan tulangnya yang putih dan darah mengalir amat banyak.
Pak Balam koyak-koyak , dan seluruh badannya penuh dengan luka-luka kecil dan gores-gores merah kena duri, batu, dan kayu ketika dilarikan harimau. Mukanya berdarah. Darah keluar dari hidungnya, dari mulutnya. Pak Balam kelihatannya pingsan, tak sadarkan diri, dia hanya terbaring di sana mengerang-erang.
Latar novel Hariamau-Harimau, karya Mochtar Lubis ;
1) malam hari
2) cahaya bulan samar-samar
3) di kegelapan malam
4) berduka dan berkabung
5) kritis dan mencekam
Latar yang sesuai dengan kutipan yang tersaji pada ringkasan materi tersebut adalah ….
a. nomor 1, 2, dan 3
b. nomor 2, 3, dan 4
c. nomor 3, 4, dan 5
d. nomor 1, 2, dan 4
e. nomor 1, 3, dan 5
19. Kalimat sanggahan yang logis dalam diskusi adalah ….
a. Pendapat Anda perlu dibatalkan karena tidak logis dan tidak berbobot.
b. Bahwa opini itu dibentuk oleh publik maka ketidaksepahaman saya harus
dihargai dan dihormati.
c. Saya tidak sependapat dengan Anda karena banyak peserta yang tidak sependapat juga.
d. Naluri saya mengatakan bahwa simpulan tidak benar dan dibuat-buat.
e. Saya kurang sependapat dengan Anda karena simpulan itu tidak didukung oleh fakta.
20. Akhir-akhir ini banyak siswa yang suka tawuran. Hampir setiap hari kita dengan ada tawuran. Tidak sedikit korban jiwa yang terkena tusukan benda tajam. Untuk menanggulangi hal seperti itu, maka kami Musyawarah Kepala Sekolah (MKS)_ Se- Kabupaten akan mengadakan seminar kenakalan remaja.
Paragraf di atas merupakan kutipan dari proposal yang dituangkan pada bagian …
a. latar belakang.
b. Pendahuluan
c. Tujuan
d. Pelaksanaan
e. Penutup
21. Pernyataan yang mengungkapkan laporan hasil seminar terdapat dalam kalimat …
a. Seminar ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 8 Juni 2005.
b. Seminar ini diharapkan dapat diikuti oleh Ketua OSIS se-Brebes.
c. Kami menyadari bahwa pelaksanaan seminar ini masih banyak kekurangannya.
d. Secara keseluruhan seminar ini diperkirakan memerlukan dara Rp. 5. 000.000.
e. Mudah-mudahan seminar ini dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
22. “Ayo kejar aku.” Kata Kang Sarno pada waktu itu,”Siapa yang dapat mengejarku, nanti aku boncengkan!”
Kami pun berebut mengejar Kang Sarno, Tentu saja, meskipun napas kami sampai habis, Kang Sarno tak mungkin terkejar. Dan Kang Sarno tertawa-tawa gembira dengan permainannya. Kami pun ikut tertawa, meskipun getir, sambil menatap Kang Sarno yang semakin menjauh meninggalkan bau bensin.
Sogol, karya Hendro Martono
Watak tokoh dalam penggalan cerpen di atas menurtut Anda adalah ….
a. Jujur dan suka mempermainkan orang lain.
b. iri hati, dan sombong.
c. periang dan murah hati
d. sombong dan suka memermainkan orang lain
e. angkuh dan murah hati.
23. Kalimat yang berupa fakta adalah ….
a. Mereka berpendapat sikap keprihatinan mewarnai berbagai ekspresi para
seniman muda maupun seniman tua.
b. Penghayatan para seniman yang tampil membawakan karyanya sangat
memukau.
c. Mereka mengatakan bahwa mereka merupakan monster bagi diri sendiri di saat reformasi.
d. Pada saat “ Tirakatan Budaya”, Rendra memaparkan kepedihan hatinya tentang kemanusiaan.
e. Acara itu dinilai sangat sukses dan dapat menghibur para pengunjung yang memadati ruangan itu.
24.Suatu hari di sekolah diadakan diskusi bertemakan “ Pengaruh rokok terhadap kesehatan”. 1) Moderator mempersilakan pemrasaran, pemrasaran berpendapat bahwa rokok merupakan teman akrab yang merugikan bagi pengisap atau pecandu. 2) Sebab dengan merokok, kesehatan kita dirongrong pelan-pelan sehingga nantinya dapat mengurangi usia kia.3) Di samping itu menambah pengeluaran yang seharusnya ditabung untuk hari esak.4) Oleh karena itu, kurangi atau berhentilah merokok.
Kalimat persuasive dalam paragraph di atas terdapat pada kalimat ….
a.(1) d. (4)
b.(2) e. (5)
c. (3)
25. Memasuki abad ke-21, sejumlah kependudukan menghadang umat manusia secara “tumpang tindih”. Sebagai contoh, masalah lanjut usia (lansia) muncul pada saat pertambahan penduduk masih besar. Kemiskinan menjadi kian kasat mata di tengah rumitnya masalah ketenagakerjaan. Masalah kesehatan pun turut mewarnai lanskap kehidupan pada awal millennium ketiga, terutama menyangkut kesehatan wanita dan anak-anak.
Jenis paragraph di atas adalah ….
a. deduktif d. deskriptif
b. induktif e. persuatif
c. deduktif-induktif
26. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi memang tidak mudah. Lebih susah lagi kalau proses belajar mengajar di sekolah-sekolah hanya mengadakan penghafalan teori tanpa pernah praktik di laboratorium. Yang lebih menakutkan jika guru hanya mewajibkan siswa menerima tanpa syarat.
Kesimpulan yang tepat dari paragraph di atas adalah ….
a. Siswa lebih menyukai menghafal teori daripada pratik di laboratorium.
b. Hanya guru rajin yang sering mengajak siswanya praktik di laboratorium.
c. Keengganan melakukan praktik disebabkan kurangnya peralatan di laboratorium.
d. Untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi siswa diharapkan banyak praktik.
e. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi tidak cukup menhafal teori.
27. Banyak factor yang menyebabkan kebutaan. Di antaranya karena usia, kecelakaan, terlalu banyak membaca bahkan diet yang terlalu ketat. Untuk mengatasi berbagai penyebab tersebut diet atau ada pula yang harus operasi.
Pikiran utama pada paragraf di atas adalah ….
a. factor penyebab kebutaan.
b. Kebutaan disebabkan usia.
c. Diet yang ketat dapat menjadi buta.
d. Mengatasi kebutaan dengan berbagai cara.
e. Program diet atau operasi dapat mengatasi kebutaan.
28. Kata yang berhomonim terdapat pada kalimat ….
a. Pada masa itu media massa belum semaju sekarang.
b. Bang Ali bekerja di Bank yang dekat rumahnya.
c. Badannya mengurus sejak ia mengurus ayahnya yang sakit.
d. Kalau seret ya seret saja, mengapa mesti repot-repot.
e. Pemuda itu apel membawa buah apel.
29. Masalah pengangguran dewasa ini jangan dipandang sebelah mata.
Makna ungkapan dengan sebelah mata ialah ….
a. sedikit terabaikan.
b. Kurang sekali.
c. Tidak adil.
d. Terlalu sulit.
e. Dianggap remeh.
30. Perampok yang bertahun-tahun mengganggu ketentraman masyarakat dapat ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oelh pengadilan sehingga tidak ada lagi ceriota petualangannya yang menakutkan.
Ungkapan yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah ….
a. habis riwayatnya.
b. Habis kesabarannya.
c. Habis usahanya.
d. Tidak habis pikir.
e. Habis-habisan.
31. Selagi jaya pejabat itu dikerumuni orang-orang yang mengaku teman atau saudara. Sekarang beliau sudah kehilangan jabatan, hilang pula orang-orang yang mengaku teman dan saudaranya.
Peribahasa yang tepat untuk ilustrasi di atas ialah …
a. Bunga gugur putik pun gugur.
b. Tak ada gading yang tak retak.
c. Habis manis sepah dibuang.
d. Habis gula pahit dibuang.
e. Menanam biji di atas tanah.
32. Pada suatu hari Anda ditugasi untuk menyampaikan pidato tentang peranan pelajar dalam kehidupan masyarakat. Kalimat pembuka pidato yang benar dan baik adalah ….
a. Para hadirin harap tenang izinkan saya memulai pidato yang bertema peranan
pelajar dalam masyarakat.
b. Hadirin yang terhormat perkenankanlah saya menyampaikan pidato dengan
tema Peranan Pelajar dalam Kehidupan Masyarakat.
c. Hadirin yang terhormat Pidato ini disampaikan dengan tema masalah peranan
pelajar dalam masyarakat.
d. Para hadirin, Bapak dan Ibu izinkan kami menegaskan kembali tentang tema
pidato saya saat ini.
e. Para Ibu, Bapak, Saudara-saudara dan hadirin tema pidato kali ini adalah
peranan pelajar dalam masyarakat.
33. OSIS SMA Taruna Abadi akan mengadakan LDKS di sekolah pada tangga 1 s.d. 4 Juni 2006. Agar informasi ini dapat diketahui oleh semua siswa, maka panitia memasang pengumuman di papan pengumuman.
Kalimat pengumuman yang tepat adalah….
a. Berhubung akan diadakan LDKS pada tanggal 1 s.d. 5 Juni 2006 di sekolah,
maka rekan-rekan yang berminat silakan mendaftar ke OSIS.
b. Berhubung dengan pelaksanaan LDKS ’06 sudah dekat, silakan mendaftar ke
sekretarist LDKS di ruang OSIS pada jam istirahat.
c. OSIS SMA Taruna Jaya akan mengadakan LDKS di sekolah daftar ke
sekretarist di ruang OSIS pada jam istirahat.
d. Bagi rekan-rekan yang berminat mengikuti LDKS, silakan menghubungi
secretariat di ruang OSIS.
f. OSIS SMA Taruna Jaya akan mengadakan LDKS , bagi siapa yang berminat
segera hubungi sekretarist LDKS di ruang OSIS.
34. Perjalanan panjang Bank Bukopin hamper tiga dasawarsa yang didirikan oleh delapan induk koperasi (Inkopad, Inkopau, Inkopal, Inkopol, Inkoveri, IKPL,IKPN, dan GKBI) telah membuktikan kinerjanya yang sangat meyakinkan . Bank yang punya misi”Memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh nasabah,berperan dalam pengembangan koperasi dan uasaha kecil, serta meningkatkan kesejahteraan karyawan” telah menjadi bank umum devisa sejak tahun 1997.
Petikan di atas tergolong jenis wacana ….
a. argumentasi.
b. Deskripsi
c. Persuasi
d. Narasi
e. Eksposisi.
35. Oh, angin sampaikanlah salamku padanya .
Kalimat di atas menggunakan majas….
a. alusio.
b. Hiperbola.
c. Simile.
d. Eufimisme.
e. Personifikasi.
36. Setelah bertabrakan kedua kendaraan itu diangkut ke kantor polisi.
Makna imbuhan ber-an pada kata bertabrakan dalam kalimat di atas semakna dengan imbuhan ber-an dalam kalimat ….
a. Kopersi berasaskan kekeluargaan dan gotong royong.
b. Sekolahku berkedudukan di daerah Ciroboh.
c. Hari ini ia berpenampilan lain dari biasanya.
d. Siswa dilarang berpakaian ketat ke sekolah.
e. Setiap tamu bersalaman dengan kedua mempelai.
37. Setelah menunaikan ibadah solat Idul Fitri, mereka bersalam-salaman di halaman masjid.
Perulangan yang sama maknanya dengan kata bersalam-salaman dalam kalimat di atas adalah ….
a. Para siswa sekolah kejuruan itu sedang belajar masak-memasak.
b. Kemarin terjadi tembak-menembak antara polisi dengan para perampok.
c. Anak-anak berlari-lari ingin melihat kejadian itu.
d. Mobil-mobilan anak itu harganya mahal.
e. Warna kehijau-hijauan biasanya menyejukkan mata.
38. Penggunaan kata ulang yang benar terdapat pada kalimat ….
a. Semua masakan hasil lomba banyak yang lezat-lezat.
b. Sikap saling hormat-menghormati harus ditanamkan kepada siswa.
c. Berjalan-jalan merupakan hobi saya sejak kecil.
d. Dia sering memanggil-manggil namamu selalu.
e. Kedua petinju itu berbalasan pukul-memukul untuk merobohkan lawan.
39. Kalimat tunggal terdapat pada kalimat ….
a. Saat dating ke lokasi itu, ia sudah pergi.
b. Adik saya tinggal di Banyuwangi dan kemarin menelpon.
c. Jika kita ingin maju harus mawas diri.
d. beberapa mahasiswa mem[persoalkan kebijakan itu.
e. Udara di Bogor dingin sedangkan udara di Jakarta Panas.
40. Nita mengetik laporan penelitian di rumah temannya.
Kalimat yang sepola dengan kalimat di atas terdapat pada ….
a. Dokter wanita yang membuka praktik di puskesmas seorang dermawan.
b. Montir sedang memperbaiki mobil yang ditabrak kereta api.
c. Inul bergoyang dengan lincah di atas panggung.
d. Dani menjadi [emuda yang cukup desegani teman-temannya.
e. Guru bK menasihati siswanya di ruang khusus.
41. Bagi yang menemukan dompet milik Pak Darto, mohon meyerahkan kepada petugas piket.
Pembetulan kalimat pengumuman di atas yang benar adalah ….
a. bagi diganti dengan.
b. Bagi diganti hal
c. Bagi diganti kepada
d. Bagi diganti yang
e. Bagi diganti siapa.
42. Kalimat majemuk bertingkat terdapat pada ….
a. Rudi telah belajar siang dan malam, namun hasil ujiannya tetap jelek.
b. Dia tahu bahwa kawan-kawannya tidak menyukainya.
c. Gadis itu tidak hanya cantik, tetapi juga kaya.
d. Kalian akan tinggal di sini, atau ikut denganku.
e. Koran hari ini banyak membicarakan masalah HAM.
43.Kalimat yang mengandung hubungan pertentangan terdapat pada ….
a. Lidia selalu berpamitan sebelum berangkat ke sekolah.
b. Ia selalu berolahraga dengan rutin agar badannya tetap sehat.
c. Ia hidup menderita namun tetap tawakal kepada Tuhan.
d. Ketika pasien yang menjalani operasi itu merintih kesakitan, ibu menghiburnya.
e. Ia membeli motor itu dengan tunai, saat jumlah tabungannya meningkat.
44. Dalam [ertemuan itu membicarakan masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
Perbaikan kalimat rancu di atas adalah ….
a. Dalam pertemuan itu membicarakan yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
b. Pertemuan itu membicarakan yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
c. Dalam pertemuan itu dibicarakan kegiatan belajar mengajar.
d. Pertemuan itu dibicarakan masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
e. Pertemuan itu membicarakan masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.
45. Kalimat yang merupakan fakta terdapat pada ….
a. Pengembangan bioteknologi yang tidak terarah bagi kepentingan kesejahteraan
manusia bisa menimbulkan bahaya bagi kehidupan manusia.
b. Pertanian yang dikerjakan dengan cara modern pasti memberikan hasil yang
lebih baik daripada pertanian yang dikerjakan secara tyradisional.
c. Banyak masyarakat beranggapan bahwa waktu memang dianggap sebagai salah
satu sumber daya perusahaan.
d. Bibit tanaman yang unggul antara lain mempunyai sifat-sifat tahan terhadap
hama, masa tanaman yang pendek, dan tinggi hasilnya.
f. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting bagi
kesejahteraan manusia.
46. Keramaian, keriuhan dan percakapan-percakapan yang gairah itu menggoncangkan ketenangan akaki pemalu itu. Dia sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan tangannya, di mana dia harus meletakkannya atau memasukannya. Akhirnya dia pergi ke meja para pemain, memandang muka-muka mereka sebentar kemudian melihat kartu-kartu mereka. Tetapi tak lama kemudian ia menguap karena dia merasa bahwa seharusnya sudah lama dia berada di tempat tidur. Dia ingin pulang saja ke rumah, akan tetapi mereka menahannya dan mengatakan bahwa dia tidak dapat meninggalkan mereka begitu saja tanpa sedikitnya minuman segelas sampanye pada hari yang begitu mengesankan bagi dia sendiri.
Nilai budaya yang tidak sesuai dengan nilai budaya Indonesia adalah ….
a. adanya sebuah pesta yang sangat meriah yang dihadiri oleh Akaki.
b. bukti persahabatan ditunjukkan dengan minum segelas sampanye.
c. sifat pemalu tokoh utama yang tidak sama dengan orang Indonesia.
d. kecanggungan tokoh Akaki dengan situasi yang serba gemerlapan.
e. sifat tidak jantan tokoh novel yang tidak sesuai dengan Indonesia.
47.Demikian usulan pelaksanaan penerbitan Majalah Sekolah dengan harapan seluruh rangkaian kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan tercapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, kepada seluruh komponen terkait agar melaksanakannya.
Paragraf tersebut merupakan bagian proposal pada …
a. Latar belakang b. tujuan. C. dasar d. sasaran e. penutup
48. 1. Memperluas pergaulan siswa dalam rangka mengembangkan wawasan dan
menumbuhkan semangat idealisme.
2. Meningkatkan kreatifitas dalam membuat suatu karya tulis.
3. Mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan siswa SMA Negeri 5 Brebes.
Hal tersebut merupakan bagian proposal pada ….
a. Latar belakang b. tujuan. C. dasar d. sasaran e. penutup
49.Kalimat penutup sambutan yang tepat adalah …
a. Terima kasih atas perhatian Anda , jangan sampai lupa jasa-jasa para pahlawan.
b. Akhirnya saya tutup dengan harapan sambutan saya ini bermanfaat.
c. Saya mengajak Saudara untuk mengikuti jejak para pahlawan.
d. Demikian sambutan saya, semoga kita dapat meneladani dan meneruskan perjuangan para pahlawan.
e. Akhirnya, saya mengimbau Saudara agar terus mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur.
50. Pahamilah ilustrasi ceramah kemasyarakatan ini !
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun sekolah, OSIS di sekolah menggalakkan kegiatan GDN. Kegiatan ini dapat dilaksanakan melalui Paskibra, PKS, dan PMR. Sekolah mengawali kegiatan tersebut dengan ceramah.
Kegiatan pembuklan dalam ceramah yang paling tepat sesuai dengan ilustrasi adalah …
a. Dalam rangka menegakkan GDN, maka OSIS diharapkan dapat melaksanakan melalui kegiatan Paskibra, PMR, atau PKS.
b. Untuk mengawali kegiatan ulang tahun sekolah, maka OSIS dapat memulai kegiatannya dengan memasyarakatkan GDN melalui PMR.
c. GDN bukan hanya milik rakyat awam saja, melainkan juga untuk para pelajar.
d. Dalam ceramah ini, topic yang akan kita bahas yaitu masalah GDN yang dapat dilaksanakan oleh OSIS melaui Paskibra, PKS, dan PMR.
e. Kegiatan ceramah kali ini kita dengan menggalakkan GDN melalui OSIS.
Langganan:
Postingan (Atom)